Bank Sumsel Babel (BSB) Catatkan Kinerja Positif di Sektor Kredit Pada Triwulan III 2018

Bank Sumsel Babel (BSB) Catatkan Kinerja Positif di Sektor Kredit Pada Triwulan III 2018

Bank Sumsel Babel (BSB) Catatkan Kinerja Positif di Sektor Kredit Pada Triwulan III 2018
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Rapat Koordinasi Direksi dan Pimpinan PT Bank Sumsel Babel dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Jakabaring, Selasa (09/10/2018). 

 Bank Sumsel Babel (BSB) Catatkan Kinerja Positif di Sektor Kredit Pada Triwulan III 2018

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel (BSB) mencatatkan kinerja positif di sektor kredit pada triwulan III 2018.

Direktur Utama BSB Muhammad Adil melalui Sekretaris Perusahaan Faisol Sinin mengatakan hingga September lalu realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 13,7 triliun secara Year on Year dan alami pertumbuhan sebesar 3,20 persen dibanding September tahun 2017 yang hanya Rp 13,3 triliun.

"Dari sisi rasio kredit bermasalah (NPL) juga mengalami perbaikan. Saat ini NPL di posisi 2,07 persen atau membaik dibanding periode yang sama tahun lalu. Batas NPL sebesar 3,2 persen," ujarnya, Selasa (09/10/2018).

Baca: Awalnya Cinlok! 5 Artis Ini Akhinya Dinikahi Sama Bos nya Sendiri, No Terakhir Gemparkan Indonesia

Baca: Maia Estianty Diduga Sudah Menikah, Ahmad Dhani Beberkan Fakta Sebenarnya, Sejak Tahun 2007!

Baca: Niat Puasa Senin-Kamis, Manfaatnya Bagi Wanita dan Dibukakan Pintu Surga Ar Rayyan Baginya

Dijelaskannya pada delapan bulan pertama tahun ini realisasi KUR sebesar Rp87,8 miliar dengan total 1.429 debitur dari total target penyaluran KUR Rp.92,2 miliar.

Selain itu, bank milik pemerintah daerah Sumsel dan Babel ini juga secara bertahap menyalurkan kredit produktif telah mencapai 21,54 persen dari total kredit yang diberikan.

"Sedangkan dari kredit KPRS Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) realisasi sampai bulan ini mencapai Rp 112,87 milyar," jelasnya.

Sementara itu, dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan sekitar 1,24 persen.

Triwulan ini perseroan hanya mampu menghimpun DPK sebesar Rp18,5 triliun sedangkan pada triwulan yang sama tahun lalu sebesar Rp18,7 triliun.

Baca: Belasan Tahun Berlalu, Begini Penampilan 6 Pemain Drama Kolosal, No 2 dan 5 Cantiknya Awet Muda!

Baca: CATAT! Penerimaan CPNS 2018 Dipastikan Ditunda hingga 2019, Khusus Daerah Ini - SSCN.BKN.GO.ID

"Hal ini terjadi dikarenakan perseroan sampai dengan triwulan III fokus menghimpun DPK murah untuk mengurangi deposito yang ratenya tinggi," kata Faisol.

Dia menjelaskan penurunan juga terjadi pada aset perusahaan.

Sampai dengan September 2018 total aset tercatat Rp23,2 triliun year on year atau lebih rendah dari 2,20 persen dari September tahun lalu Rp22,7 triliun.

Dalam hal ini, lanjut dia, perseroan pada triwulan ketiga berkomitmen meningkatkan CASA dari 61,65 persen pada tahun lalu menjadi 69,90 persen September tahun ini.

"Kami tetap fokus mengejar target 2018 dan akan tetap memaksimalkan ekspansi kredit," tutupnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved