Berita Muaraenim

Berita Muaraenim: Guru Honor Ini Menangis Terisak-isak Saat Sampaikan Aspirasinya kepada Dewan

Riska Wati (40) salah satu tenaga guru honorer di Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim, menangis terisak-isak.

Berita Muaraenim: Guru Honor Ini Menangis Terisak-isak Saat Sampaikan Aspirasinya kepada Dewan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Riska Wati (40) salah satu tenaga guru honorer SD 13 di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, menangis terisak-isak, memohon bantuan anggota DPRD dan pejabat OPD terkait. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Riska Wati (40) salah satu tenaga guru honorer SD 13 di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, menangis terisak-isak, memohon bantuan anggota DPRD dan pejabat OPD terkait, untuk mengakomodir dan memperhatikan nasib mereka terutama yang tidak bisa lagi mengikuti tes CPNS karena faktor usia.

"Dimanakah hati nurani pemerintah kepada kami. Kami yang sudah lama mengabdi diminta harus mengikuti aturan yang mereka buat tanpa mempertimbangkan jeritan kami," ungkap Riska yang telah honor sejak tahun 2006 ini diruang Banggar DPRD Muaraenim, Senin (8/10/2018).

Menurut Riska, dari persyaratan yang mengharuskan CPNS diterima paling tinggi berusia 35 tahun, berarti secara tidak langsung telah memupus harapan kami untuk diangkat menjadi CPNS.

Padahal kami sudah belasan tahun, bahkan ada yang puluhan tahun mengabdi menjadi guru di berbagai sekolah pelosok meski sampai usai lebih 35 tahun.

Seharusnya pemerintah tanggap, mereka jangan lagi dibebani dengan berbagai tes dan persyaratan seperti dari umum.

Karena akan membuat beban bertambah berat. Padahal tugas-tugas yang dilaksanakan guru CPNS tidak jauh berbeda dengan tugas guru honorer, bahkan kadang-kadang tugas guru honorer lebih berat dari mereka.

"Kami diwajibkan hadir setiap hari mengajar dengan gaji sangat jauh dari gaji guru PNS, tetapi kami sanggup dan bertahan. Ketika ada penerimaan CPNS, malah kami ditinggalkan," pungkasnya dengan mata berkaca-kaca diiringi isak tangis para guru-guru honorer lainnya.

Baca: Berita Palembang: Dana Program Sekolah Gratis Sumsel Digelontorkan Rp 207 Miliar

DPD Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN) Muaraenim Hafizon Dinata, meminta agar guru honor dapat diangkat jadi PNS tanpa jalur tes.

"Kami meminta guru honorer untuk diangkat menjadi PNS tanpa jalur tes, jika tidak maka batalkan penerimaan CPNS tahun 2018 ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help