Berita Palembang

Wawako Palembang: Perlu Dibangun MKC Komunal untuk Warga di Bantaran Sungai

Lama-kelamaan air sungai akan terus tercemar jika kebiasaan warga membuang “hajat” ke sungai terus dilakukan.

Wawako Palembang: Perlu Dibangun MKC Komunal untuk Warga di Bantaran Sungai
Humas Pemkot Palembang
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Finda) saat menyampaikan arahannya menanggapi keluhan warga soal BAB ke sungai. 

PALEMBANG - Masyarakat kelurahan keramasan Jl. Putri Dayang Rindu mengajukan masalah Mandi Cuci Kakus (MCK) yang layak guna untuk menjaga lingkungan yang bersih.

Masih minimnya fasilitas yang sederhana ini secara langsung ditanggapi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat bersilahturahmi di Kelurahan Keramasan.

Hal ini dibenarkannya bahwa tidak hanya masyarakat di Kelurahan ini saja yang membutuhkan MCK yang layak, namun di pemukiman pinggiran sungai masih membutuhkanya

Baca: Berita Ogan Ilir: Dinas Kesehatan OI Kumpulkan Pakaian Layak Pakai untuk Korban Gempa Palu

“Tadi juga saya langsung berbincang dengan warga, rata-rata warga di Kelurahan Keramasan ini mengaku saat BAB langsung dibuang ke sungai,” kata Fitri, Senin ( 8/10/2018) saat berkunjung jalan Putri Dayang di Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang.

Menurut Fitri, lama-kelamaan air sungai yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari ini akan terus tercemar jika kebiasaan membuang “hajat” terus menerus dilakukan.

“Kalau begini terus pencemaran di sungai ini akan tinggi,” tegasnya.

Untuk memfasilitasi warga agar tidak membuang kotoran di sungai ini, perlu adanya campur tangan pemerintah untuk membuatkan MCK secara komunal di setiap perkampungan warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai.

Baca: Cek Warna Lidah Anda, Jika Ada 7 Perubahan Ini, Maka Patut Waspada

“Warga agar mendukung program yang tergabung dalam KotaKu ini, karena program KotaKu ini tidak hanya memperbaiki fasilitas jalan setapak warga saja, melainkan juga akan dibangunkan MCK untuk warga,” ungkapnya.

Nah, sistem pengolahan instalasinya sebagai penampungan, agar tidak mengotori sungai, bisa memanfaatkan bagian bawah jalan untuk dibuat safety tank atau tangki septik.

“Satu MCK itu bisa digunakan untuk 50 warga dalam satu wilayah, “ jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved