Berita Palembang

Berita Palembang: Lama tak Diguyur Hujan, Palembang Diterjang Suhu 35 Derajat Celcius

Musim kemarau melanda Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai tingkat suhu 35 derajat celcius membuat masyarakat gerah.

Berita Palembang: Lama tak Diguyur Hujan, Palembang Diterjang Suhu 35 Derajat Celcius
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Palembang selama dua minggu tidak diguyur hujan, Jumat (5/10/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Musim kemarau melanda Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai tingkat suhu 35 derajat celcius membuat masyarakat gerah. Hampir sepuluh hingga 20 hari Palembang dan sekitarnya belum mendapatkan curah hujan.

Artinya selama itu, kondisi sangat kering dan memungkinkan temperatur akan terasa panas, di samping itu Dinamika Atmosfer mempengaruhi Proses pembentukan awan - awan yang mengandung hujan di atas provinsi Sumsel sangat minim.

Kasi Data Informasi BMKG Kenten, Nandang mengatakan. Hampir semua wilayah Sumsel suhu udara mencapai 25 hingga 35 derajat celcius dengan rata-rata kecepatan angin sepuluh kilometer per jam. Suhu maximum yang tercatat dari pengamatan kami di tahun 2018 ini terakhir adalah 35.4 derajat celcius.

Baca: Jadwal Pertandingan ke-3 Fase Grup Liga Champion 2018, Manchester United akan Hadapi Juventus

Baca: Cerai Dari Lina, Mendadak Sule Didatangi Teddy, Akhirnya Terungkap Perselingkuhan yang Sesungguhnya

"Akibat adanya tekanan Udara rendah di sebelah barat Sumatera Utara yang membuat perlambatan masa udara dan belokan masa udara tidak terjadi diatas wilayah Sumsel Bagian tengah dan Sumsel Timur," Jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/10/2018).

Dan juga udara kabur beberapa hari lalu merupakan campuran dari debu, asap kendaraan bermotor, asap limbah rumah tangga atau pabrik serta asap kebakaran hutan dan lahan.

"Udara di Kota Palembang masih dalan kategori sedang di level ISPU 50-150 mikron/gram," Ujarnya.

Sementata itu, Rahayu masyarakat Kota Palembang mengungkapkan bahwa beberapa minggu ini sangat panas menyengat, ditambah lagi efek rumah kaca di kendaraan bermotor menjadikan gerah dalam perjalanan maupun bekerja.

"Sudah panas dicampur debu dan asap kendaraan membuat uring-uringan," Ujarnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved