Berita Palembang

Berita Palembang : Bulan Inklusi Keuangan, Bank Sumsel Babel Kenalkan Produk Perbankan ke Sekolah

Dalam rangka ikut menyukseskan program Otoritas Jasa Keungan (OJK) yaitu Program Bulan Inklusi Keuangan selama bulan Oktober 2018

Berita Palembang : Bulan Inklusi Keuangan, Bank Sumsel Babel Kenalkan Produk Perbankan ke Sekolah
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Siswa sekolah dasar antusias menyimak penjelasan produk perbankan pada kegiatan RABU BSB di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Rabu kemarin, (03/10/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dalam rangka ikut menyukseskan program Otoritas Jasa Keungan (OJK) yaitu Program Bulan Inklusi Keuangan selama bulan Oktober 2018, Bank Sumsel Babel menyelenggarakan program dengan Tema RABU BSB atau Hari Menabung Bersama Bank Sumsel Babel.

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama empat kali dalam selama bulan Oktober atau rutin setiap hari rabu.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel melalui Direktur Pemasaran BSB, Antonius Prabowo Argo melalui rilis resminya mengatakan kegiatan ini bertujuan agar sejak usia sedini mungkin anak-anak dapat mengenal berbagai produk perbankan.

Baca: SERING LELAH, Atasi dengan 4 Bahan Alami Ini

"Jika sejak kecil sudah akrab dengan bank maka ke depannya mereka tidak segan memanfaatkan produk-produk perbankan," ujarnya saat membuka kegiatan tersebut di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Rabu kemarin, (03/10/2018).

Antonius melanjutkan untuk setiap Rabu berikutnya pihaknya akan mengundang dan melakukan kunjungan ke sekolah di Palembang mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Baca: Berita Palembang : Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMKN 2 Palembang Jalin MoU Penyelarasan Kurikulum

"Kegiatan RABU BSB ini diselenggarakan di seluruh Cabang sehingga sosialisasi dan edukasi ini akan tepat sasaran ke anak usia sekolah," katanya.

Berdasarkan data OJK pada Juli lalu, dari total 8,2 juta penduduk Sumsel sekitar 31,64 persennya sudah melek literasi keuangan atau 2,6 juta penduduknya sudah well literate, sudah paham mengenai kecakapan dan kesanggupan dalam hal keuangan.

Baca: Ismed Sofyan Berniat Pensiun dari Sepakbola, Alasannya Terkait Komdis PSSI

Batas minimum masyarakat dikategorikan melek literasi keuangan berada di angka 21,84 persen dari jumlah total penduduk yang ada di suatu daerah.

Sementara dari segi inklusi keuangan, Sumsel berada di angka 73 persen dan lebih bagus dibanding angka  nasional yang hanya 69 persen.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved