Berita Pagaralam

Berita Pagaralam: Ini Pesan Wawako Pagaralam untuk Petani Penerima Bantuan Bibit

Berita Pagaralam: Ini Pesan Wawako Pagaralam untuk Petani Penerima Bantuan Bibit. Pengawasan dengan cara mendata ulang setiap anggota Koptan

Berita Pagaralam: Ini Pesan Wawako Pagaralam untuk Petani Penerima Bantuan Bibit
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli saat melakukan penanaman bibit kopi unggul saat pemberian bantuan bibit kopi di Alun Dua, Selasa (2/10/2018). 

Berita Pagaralam: Ini Pesan Wawako Pagaralam untuk Petani Penerima Bantuan Bibit

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Banyaknya bantuan yang didapat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dari pemerintah pusat yaitu bantuan bibit baik Kopi, Padi dan Jagung membuat Wakil Walikota meminta pihak terkait dapat melakukan pengawasan.

Pengawasan yang harus dilakukan yaitu mendata semua peserta kelompok tadi yang ada.

Pengawasan dengan cara mendata ulang setiap anggota Kelompok Tani (Koptan).

Hal ini dilakukan agar anggota Koptan yang mendapat bantuan dipastikan memiliki lahan untuk menjadi lokasi penanaman bantuan bibit.

Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli menegaskan, segala bentuk bantuan dari pemerintah baik pusat maupun provinsi dan daerah haruslah tepat sasaran.

Baca: Menduda Usai Dicerai Lina, Lihat yang Terjadi di Rumah Sule, Hidangan di Meja Makan jadi Sorotan

Baca: Berita Palembang: Ini Program 100 Hari Kerja dan 9 Program Prioritas Herman Deru-Mawardi Yahya

"Bantuan bibit dan alat pertanian jangan sampai diberikan kepada mereka yang bukan petani ataupu petani namun tidak memiliki lahan sendiri. Jadi bisa bermanfaat dan tepat sasaran," katanya.

Untuk itu perlu adanya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait agar hal ini tidak terjadi di Kota Pagaralam.

Pasalnya jika hal ini terjadi akan menimbulkan masalah ditingkat petani.

"Bantuan yang diterima tidak hanya berupa bibit atau benih, namun juga bisa dalam bentuk alat pertanian tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi namun digubakan untuk kelompok," ujarnya.

Baca: Agar HP Tidak Lemot, Coba dengan 6 Langkah Mudah Ini

Baca: Jangan Khawatir, Begini Cara Mengembalikan Foto & Video WhatsApp yang Telah Terhapus

Sementara PLT Kadis Pertanian dan Holtikuktura Kota Pagaralam, Helen Peronicha menjelaskan, bahwa kelompok tani yang menerima bantuan benih atau bibit serta alat mesin pertanian (Alsintan) adalah kelompok tani yang sudah disurvei oleh dinas pertanian dan semuanya adalah petani di lahan pribadi.

"Petani ini terdata masuk dalam kelompok tani, bahkan mereka sudah memiliki database di Dinas Pertanian Kota Pagaralam. Namun kita akan tetap terus melakukan pengawasan," tegasnya.

===

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved