Berita Palembang

Ajak Wong Sumsel Junjung Keterbukaan, Ini Tiga Makna Pidato Herman Deru di Monpera

Diharapkan Herman Deru dapat menginspirasi seluruh jajaran pemangku kebijakan dan masyarakat untuk berani terbuka dan apa adanya.

Ajak Wong Sumsel Junjung Keterbukaan, Ini Tiga Makna Pidato Herman Deru di Monpera
DOK HUMAS PEMPROV SUMSEL
Orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/10/2018) siang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ajak Wong Sumsel Junjung Keterbukaan, Ini Tiga Makna Pidato Herman Deru di Monpera.

Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan antusias warga Sumsel untuk menghadiri orasi perdana Herman Deru'>Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/10/2018) siang.

Meski harus berdesakan, warga rela berduyun-duyun mendatangi Monpera demi melihat langsung gubernur dan wakil gubernur Sumsel kebanggaan mereka.

Mengenakan batik lengan panjang bernuansa ungu, orang nomor satu di Sumsel itu memulai orasinya dengan sangat berwibawa.

Herman Deru mengatakan sangat berterima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan warga Sumsel padanya dan Mawardi Yahya untuk memimpin pemerintahan Sumsel lima tahun ke depan dan menjadikannya provinsi ini maju dan sejahtera.

Dengan gayanya yang khas, Herman Deru mengungkapkan tiga makna penting yang ingin disampaikannya kepada masyarakat terkait pemilihan lokasi orasi perdananya di halaman Monpera.

Selain untuk menghargai jasa pahlawan dan tokoh-tokoh yang sudah berjasa membangun Sumsel, pidato perdana ini sengaja digelar di tempat terbuka (Monpera) juga memiliki makna khusus.

Orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/10/2018) siang.
Orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (2/10/2018) siang. (DOK HUMAS PEMPROV SUMSEL)

Dengan digelar di tempat terbuka orasi ini diharapkannya dapat menginspirasi seluruh jajaran pemangku kebijakan dan masyarakat untuk berani terbuka dan apa adanya.

Transparan dan tidak tertutup kepada masyarakat apalagi menutupi kebobrokan dan kepura-puraan.

"Pidato di Monpera dan digelar secara terbuka ini ada makna tersendiri. Artinya saya selaku Gubernur mengajak pemerintah dan masyarakat menjunjung keterbukaan. Begitupun kenapa saya memilih berpidato di depan Masjid Agung ini juga ada artinya. Saya mengajak kita semua senantiasa terikat dengan nilai-nilai agama. Ini penting karena akan menjadi panduan dalam menjalankan amanah memimpin Sumsel," tegas mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut.

Halaman
12
Editor: Tresia Silviana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help