Berita Pagaralam

Wawako Pagaralam Muhammad Fadli Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila

Wawako Pagaralam Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Merdeka Alun-Alun Utara Kota Pagaralam, Senin (1/10/2018).

Wawako Pagaralam Muhammad Fadli Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli saat menjadi Irup upacara Hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10/2018). 

Wawako Pagaralam Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, di Lapangan Merdeka Alun-Alun Utara Kota Pagaralam, Senin (1/10/2018).

Upacara ini diikuti seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkot Pagaralam.

Selain itu juga dihadiri jajaran TNI, Polres, Kejari di wilayah hukum Kota Pagaralam.

Meskipun momentum Hari Kesaktian Pancasila diperingati secara sederhana namun pelaksanaan upacara berjalan dengan khidmat.

Baca: Piala Asia U-16 Indonesia vs Australia, Sedikit Lagi untuk Masuk Piala Dunia U-17

Baca: Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Kuta Raya Kayuagung (OKI) Datangi PT Waskita Karya

Baca: Menduda Usai Dicerai Lina, Lihat yang Terjadi di Rumah Sule, Hidangan di Meja Makan jadi Sorotan

Selain itu juga Wawako menyerahkan piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada juara satu cabang seleksi dakwah tilawatil Quran dan piagam kepada pejabat dilingkup pemkot Pagaralam yang memasuki purnabakti (Pensiun).

Kegiatan upacara diawali mengheningkan cipta dipimpin oleh Wakil Walikota.

Kemudian Wakil Walikota membaca teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Untuk pembacaan teks UUD 1945 oleh Wakil Ketua I DPRD Dedi Stanza, dan pembacaan Ikrar kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani.

Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli mengatakab, peringatan ini mengingatkan seluruh rakyat Indonesia pada peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI pada tanggal 30 September 1965.

Baca: Para Pejabat di Pemprov Sumsel Dikabarkan Bakal Ramai-ramai Ajukan Mutasi. Ini Kata Herman Deru

Baca: Keluarga Iringi Pelantikan Herman Deru-Mawardi Yahya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel

Pemberontakan G.30 S/PKI tersebut merupakan usaha untuk mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis.

Peristiwa tersebut ditandai dengan dibunuhnya beberapa perwira tinggi TNI melalui upaya kudeta oleh PKI.

"Akan tetapi berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa dan kesadaran rakyat Indonesia untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Dari tonggak sejarah tersebut maka setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila," tegasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved