Otomotif Indonesia Dirangsang Berorientasi Ekspor oleh Harmonisasi PPnBM

Dengan adanya harmonisasi pajak, maka penetapan nantinya tidak lagi dihitung berdasarkan bentuk dan desain, tapi lewat kadar emisi

Otomotif Indonesia Dirangsang Berorientasi Ekspor oleh Harmonisasi PPnBM
Kompas.com
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Dengan adanya harmonisasi pajak, maka penetapan  nantinya tidak lagi dihitung berdasarkan bentuk dan desain, tapi lewat kadar emisi gas buang.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, menilai, harmonisasi  dapat merangsang produsen otomotif untuk tidak cuma sekedar memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Melainkan memacu mereka untuk menghadirkan produk mobil buatan Indonesia yang berorientasi .  Kita akan terbantu dengan harmonisasi itu. Orientasi kami juga kan untuk memperbanyak ekspor," kata Putu di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Putu menyatakan belum bisa memastikan kapan harmonisasi PPnBM tersebut diumumkan. Menurutnya daftar harmonisasi pajak sudah masuk ke level rapat terbatas bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun Putu menyebut sampai saat ini skema pajak yang telah dihitung masih sama dengan yang pernah dirilis. Belum ada permintaan revisi dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu terhadap harmonisasi yang dibuat Kemenperin itu.

Bukan kami yang menentukan sendiri. Karena ada stakeholder lainnya. Jadi kita harus sepakat dulu untuk menyamakan persepsi," ujar Putu

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harmonisasi PPnBM Merangsang Otomotif Indonesia Berorientasi Ekspor
Penulis : Alsadad Rudi

Editor: Adrian Yunus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved