Berita Palembang

Kasus Kekerasan pada Anak di Lahat Meningkat, Setiap Bulan Terima Laporan

Bahkan, tahun 2019 ini, Polres Lahat, menerima hampir setiap bulan, ada saja yang melapor jadi korban kekerasan.

Kasus Kekerasan pada Anak di Lahat Meningkat, Setiap Bulan Terima Laporan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ipda Omin Suhandi 

Laporan wartawan Sripoku.com Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT -- Sejatinya anak-anak diperhatikan dan diberi kasih sayang untuk membantu perkembangannya secara optimal.

Tapi saat ini sangat banyak kejadian kekerasan yang menyebabkan anak menjadi korban kekerasan.

Termasuk di Kabupaten Lahat, angka kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Baca: Inilah 5 karakteristik Bos, Berikut Jurus Jitu Menghadapinya, Yang Manakah Tipe Atasan Anda?

Bahkan, tahun 2019 ini, Polres Lahat, menerima hampir setiap bulan, ada saja yang melapor jadi korban kekerasan.

Hak tersebut seperti diungkapkan Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria, didampingi Kanin PPA, Ipda Omin Suhandi, Selasa (25/9).

Dikatakan Omin, unit PPA Satreskrim Lahat mencatat, hingga September 2018 saja sudah ada 19 kasus.

Baca: Video Taekwondo Indonesia Sumsel Gelar Kejurprov TISS 2018

Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 11 kasus.

Diungkapkanya, gadget dan internet, jadi faktor yang membuat terjadinya pelecehan seksual terhadap anak.

Seperti kasus Kananda Herman beberapa waktu lalu.Guru cabul itu mengaku awalnya tergoda dengan anak-anak, lantaran sering meliat media sosial.

"Tahun ini memang meningkat, sampai September saja ada 10 tersangka yang ditahan, 8 sudah P21."

Baca: Pemain Terbaik Dunia 2018, Modric Putus Dominasi Cr7 dan La Pulga

"Satu tersangka lagi, baru akan kita tangkap hari ini. Rata-rata pelakunya orang dekat korban," terang Omin.

Mantan Ketua LP3A Lahat, Aplitara, mengungkapkan prihatin atas fakta tersebut.

Dirinya sendiri berharap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lahat, yang kini mengambil alih peran LP3A bis maksimal baik pendampingan maupun sosialisasi.

Baca: Yayasan Perguruan Tinggi Abdi Nusa Wisuda Alumni Baru Dari Jurusan Psikologi dan Ekonomi

"Sosialisasi dari dinas terkait pasti ada, walaupun tidak merata. Tapi baiknya dana itu lebih digunakan untuk pendampingan kasus. Intinya kalau pendampingan kasus sampai "mandul", tingkat kepercayaan masyarakat bakal berkurang. Aksi kekerasn anak pun tidak bakal terhenti," terangnya. 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help