Berita Ogan Ilir

Terancam Punah, Dinas Perikanan Ogan Ilir Budidayakan Ikan Lokal

Keanekaragaman hayati alias biodiversitas ikan-ikan air tawar lokal di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mulai berangsur-angsur punah

Terancam Punah, Dinas Perikanan Ogan Ilir Budidayakan Ikan Lokal
Dok. SRIPOKU
Kepala Dinas Perikanan, Aprizal Hasyim saat menunjukkan peremajaan kolam di Balai Perikanan Kota Palembang, Selasa (14/8/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Keanekaragaman hayati alias biodiversitas ikan-ikan air tawar lokal di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mulai berangsur-angsur punah, padahal memiliki nilai ekonomis dalam menambah pendapatan rumah tangga.

Oleh karenanya, Dinas Perikanan dan Peternakan Pemkab Ogan Ilir (OI) saat ini mulai mengambil langkah untuk pembudidayaan ikan lokal tersebut, seperti gabus, betok, tembakang, betutu dan ikan belida.

Baca: Dua Kali Yogi Gagal Selesaikan Peluang di Babak Kedua PSM vs Sriwijaya FC

"Untuk harga ikan betok saja, saat ini dipasaran bisa mencapai Rp 60 ribu perkilogramnya, dan jenis ikan ini mulai langka, dan kami saat ini mulai melakukan pembudidayaannya di balai benih ikan (BBI)," kata Kadis Perikanan dan Peternakan Pemkab OI Ir H Tarmuji, Minggu (23/9).

Menurut H Tarmuji, bila tidak dilakukan pembudidayaan sejak sekarang, maka dikhawatirkan jenis–jenis ikan lokal tersebut semakin sulit didapat dan populasinya terancam punah.

Baca: Kelola Togel Singapura Sendiri di Rumahnya, Pria di Palembang Ini Diciduk Polisi

Oleh karena itu, saat ini melalui BBI, tengah mencari dan mengumpulkan induk-induk jenis ikan local tersebut, untuk dibudidayakan, sehingga akan muncul benih-benih ikan lokal yang baru.

“Untuk jenis ikan belida, kami sudah melakukan kerjasama dengan PLN melalui CSR, sedangkan jenis ikan betok dan gabus pada anggaran 2019 akan bekerjasama dengan pihak Unsri, termasuk balai besar air tawar Propinsi Jambi," terang H Tarmuji.

Baca: Digrebek Polisi, Pejudi Sabung Ayam & Koprok Lari Kocar-Kacir

Diharapkan, dengan langkah dan kerjasama tersebut, maka habitat jenis ikan local tersebut, akan semakin berkembang.

"Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti menyetrum, memutas dan sejenisnya yang dapat merusak ekosistem habit hewan air," tukasnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved