Nekat Tantang Murka Indonesia, Kapal Induk Inggris Ketakutan Disergap Prajurit TNI. Malaysia Pucat!

Tapi tahukah, tanggal 1 Oktober 1963 hingga 2 Februari 1964, konfrontasi Indonesia dengan Malaysia sedang panas-panasnya.

Nekat Tantang Murka Indonesia, Kapal Induk Inggris Ketakutan Disergap Prajurit TNI. Malaysia Pucat!
IST
Kapal induk Inggris HMS Victorious 

SRIPOKU.COM - Soal kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) semua masyarakat tentu harus bangga. 

Sudah tak terhitung bagaimana kisah keberanian prajurit TNI berhasil mengalahkan dan mempermalukan tentara negara lain yang ingin mengacau di Indonesia. 

Mulai dari mengusir kapal perang malaysia hingga cerita heroik prajurit yang tertembak malah mampu menghabisi 83 musuh.

Tapi tahukah, tanggal 1 Oktober 1963 hingga 2 Februari 1964, konfrontasi Indonesia dengan Malaysia sedang panas-panasnya.

Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962 hingga 1966.

Hasil gambar untuk perang dengan malaysia 1963

Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan Persetujuan Manila.

Oleh karena itu, keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Sukarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia

Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan.

Baca: 3 Peristiwa Bersejarah yang Membuat Sukarno Menangis, Terakhir Tangisan Paling Pecah

Baca: Kisah Anak Cari Ayah di Barisan Prajurit Kopassus Tapi Tak Diberi Tahu Jika Tewas di Medan Perang

Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah.

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help