Berita Musi Banyuasin

Tingkatkan Realisasi PBB, Dodi Reza Terapkan Punish & Reward Bagi Semua Camat di Muba

Optimalisasi pajak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilakukan dengan tegas oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin.

Tingkatkan Realisasi PBB, Dodi Reza Terapkan Punish & Reward Bagi Semua Camat di Muba
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ketika memberikan penghargaan realisasi pajak terbaik 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin terus berupaya melakukan optimalisasi pajak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pihaknya bakal memberi sanksi atau punishment bagi camat yang wilayahnya rendah dalam realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor pedesaan dan perkotaan.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini pada Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Bupati Muba dengan Masyarakat Kecamatan Babat Toman Dalam Rangka Bulan Bhakti PBB dan Gebyar Pajak Daeah Kabupaten Muba 2018, di Lapangan Kantor Lurah Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/9/18).

Baca: Pemulihan Pasca Cedera, Ichsan Kurniawan Jalani Terapi dan Penguatan Otot

“Ya, memang tahun ini masih berjalan dan belum final, karena masih ada waktu agar seluruh camat dan segenap unsur untuk mencapai target yang telah ditetapkan."

"Bagi camat yang daerah pajaknya 100 persen akan kita berikan reward dan bagi yang rendah akan kita berikan punishment,” ungkap Dodi.

Baca: Bacaan Niat Puasa Senin-Kamis Mulai Sahur Hingga Berbuka dan Artinya, Dapatkan Keberkahannya

Lanjutnya, dari data yang ada dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba terdaoat tiga kecamatan yang realisasi PBB nya rendah hingga 19 September 2018 yakni Kecamatan Babat Supat dengan persentase 19,60%, Kecamatan Tungkal Jaya dengan persentase 14,06% dan Kecamatan Lais dengan persentase 8,80%.

"Saya minta seluruh camat all out untuk meningkatkan realisasi PBB di wilayahnya,”ungkapnya.

Baca: Pelanggan Cukup Tunggu 30 menit sampai 1 jam, Kacamata Plus Lensa Bisa Langsung Dipakai

Sedangkan bagi kecamatan yang memperoleh realisasi terbesar akhir tahun nanti dipastikan mendapat reward atau hadiah atas prestasi yang diberikan.

Dimana untuk saat ini tiga besar realisasi PBB masih dipegang oleh Kecamatan Babat Toman dengan persentase 75,50%, Kecamatn Keluang dengan persentase 48,12% dan Kecamatan Sanga Desa 44,96%.

Baca: Atasi Gagal Panen Saat Kemarau, 3360 Hektare Lahan di Lahat Ditanam Padi Gogo

"Bagi yang realisasinya besar atau memenuhi target kita berikan reward, selain itu juga anggaran untuk kecamatannya akan diperbesar. Untuk tahun depan kita tidak tanggung-tanggung rewardnya berupa umroh, jadi kecamatan harus berlomba-lomba mencapai target," jelasnya.

Sementara, Plt Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, Jexi Levin, mengatakan, dilaksanakannya bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah sebagai gerakan awal dimulainya reward dan punisment terhadap kewajiban membayar pajak daerah.

Baca: Laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta Tetap Pada Jadwal Semula, Namun Waktu Dipercepat

"Dari pencapaian saat ini, kita harus bekerja lebih giat lagi melakukan pemungutan pendapatan asli daerah baik itu PBB, pajak daerah, maupun retribusi," ungkapnya.

Kegiatan bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah diharapkan dapat menggugah kesadaran setiap warga agar sadar, taat dan melunasi kewajiban perpajakan lebih awal atau tidak melampaui waktu jatuh tempo.

“Sesuai arahan Pak Bupati jika melebihi waktu akan dilakukan penagihan secara paksa dan diminta bagi wajib pajak untuk dapat dengan jujur menyampaikan data pajak daerah mereka," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved