Berita OKI

Pernah Diberhentikan Jadi Ketua, Fakhtuddin Jadi Anggota Lagi. Bawaslu Sumsel : Tak Pengaruh

Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) OKI, M Ali Musa, Jumat (14/9/2018) mengatakan, keputusan DKPP

Pernah Diberhentikan Jadi Ketua, Fakhtuddin Jadi Anggota Lagi. Bawaslu Sumsel : Tak Pengaruh
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Diberhentikan sebagai Ketua Panwaslu OKI sebagai tindak lanjut vonis dari Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), mantan Ketua Panwaslu OKI M Fakhtuddin SH tetap menjabat sebagai anggota Panwaslu OKI periode 2018-2023.

Banyak yang menyayangkan kembali dilantiknya Fakhruddin sebagai pengawas pemilu yang telah dianggap bersalah berdasarkan keputusan DKPP karena pelanggaran etik.

Informasi dihimpun, dalam keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, berdasarkan Putusan No.160/DKPP-PKE-VII/2018 tanggal 29 Agustus 2018.

M Fakhruddin diberhentikan dari jabatannya dan mendapatkan teguran keras atas tindakannya meminta THR kepada salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilkada OKI 2018, sebagaimana laporan dari tim Calon Bupati OKI Pilkada 2018 nomor urut 3, H Azhari-H Qomarus Zaman pada 21 Juni 2018.

Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) OKI, M Ali Musa, Jumat (14/9/2018) mengatakan, keputusan DKPP tersebut tidak berpengaruh terhadap posisi M Fakhruddin, meskipun telah dinyatakan bersalah dan diberhentikan sebagai ketua Panwaslu OKI dan diberikan teguran keras, namun yang bersangkutan tetap saja menjadi salah satu komisioner Bawaslu OKI.

"Panwaslu memang sudah bubar, dan berubah nama jadi bawaslu jadi tidak diberhentikan pun masa jabatannya berakhir," kata Ali yang menganggap DKPP tak bergigi dalam hal tindakan kerasnya.

Karena di dalan komisioner bawaslu ada oknum yang dapat kartu merah dan tak layak duduk sebagai pengawas pemilu.

Menurut Ali, meskipun saat ini bawaslu OKI telah terbentuk dan telah terpilih komisioner yang baru dan nama M Fakhruddin menjadi salah satunya, harusnya hal ini dapat ditinjau ulang dan bukan malah membiarkan saja.

Lalu siapa yang bertanggungjawab atas perilaku buruknya apabila terulang lagi.

Halaman
123
Penulis: Mat Bodok
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved