Tahun baru Islam

Hijrah Sebagai Etos Membangun Peradaban

Ada satu fenomena yang menunjukkan munculnya kesadaran umat Islam memperingati momen tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram.

Hijrah Sebagai  Etos Membangun Peradaban
Istimewa
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Fatah.

HIJRAH SEBAGAI ETOS MEMBANGUN PERADABAN
Oleh : Ismail Sukardi
Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang

Dalam beberapa tahun terakhir ini ada satu fenomena yang menunjukkan munculnya kesadaran sebagian umat Islam untuk memperingati momen tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram pada setiap tahun Hijriyah.

Sudah mulai banyak kiriman di grup Whatsupp (WA) ucapan selamat tahun baru Hijriyahyang disertai doa kebaikan.

Fenomena ini tentu cukup menggembirakan karena sedikit demi sedikit tradisi yang baik dan Islami mulai mewarnai cara pandang, kebiasaan dan perilaku masyarakat.

Akan tetapi momentum tahun baru Islam yang merupakan napak tilas dari peristiwa hijrahnya nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (SAW) seharusnya tidak hanya dipandang sebagai momentum historis yang heroik dalam perjalanan dakwah Islam.

Akan tetapi momentum tahun baru Islam harus juga dimaknai sejarah filosofis yaitu konsep hijrah sebagai etos kehidupan kaum muslimin yang mewarnai mindset, cara pandang dan kesadaran individu-individu muslim untuk selanjutnya di implementasikan dalam kehidupan empirik sehari-hari.

Selain itu hijrah Nabi SAW juga dapat dijadikan etos atau semangat dalam membangun peradaban kehidupan yang lebih maju dan bermartabat.

Momentum Historis

Secara umum hijrah bermakna suatu peristiwa perpindahan atau migrasi dari suatu tempat atau keadaan ke tempat/keadaan lain yang lebih baik oleh suatu individu atau kelompok.

Hijrah secara maknawi dapat bersifat fisik maupun non fisik.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved