Berita PALI

Warga Desa Betung Abab Menghentikan Truk Batubara Melintasi Jalan Kecamatan

Sekitar 130 truk angkutan batubara PT EPI dari Kabupaten Lahat diusir warga saat melintasi jalan kecamatan di Desa Betung Kabupaten PALI.

Warga Desa Betung Abab Menghentikan Truk Batubara Melintasi Jalan Kecamatan
istimewa
Warga Desa Betung menyetop angkutan batubara melintas di jalan Betung, yang bukan jalur jalan batubara. 

SRIPOKU.COM, PALI-Sekitar 130 Unit mobil truk angkutan batubara (Angbara) PT. Energate Prima Indonesia (EPI)  dari Kabupaten Lahat menuju pelabuhan di Desa Prambatan,  diusir mundur oleh warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Padahal truk ini akan lakukan bongkar muatan batubara.

Warga mengusirnya karena mobil bermuatan berat tersebut akan melintasi jalan poros Desa Betung atau jalan kecamatan menuju pelabuhan PT EPI Desa Prambatan, tanpa mengantongi izin melintas.

Akibatnya ratusan warga yang mengetahui berbondong-bondong menuju jalan raya dan menghadang mobil Angbara.

Baca: Sriwijaya FC Melakoni Laga Kandang Melawan Persebaya Surabaya, Tribun Utara dan Selatan GSJ Ditutup

Warga khawatir banyaknya truk batubara merusak jalan umum lebih cepat serta mengganggu aktivitas warga.

"Hampir setiap hari, pada malam hari, seperti semalam sekitar pukul 22.00 (Selasa,11/9/2018), mobil-mobil itu (Angbara, red) dengan memanfaatkan suasana desa yang sepi dan mencoba melintas di desa kami ini (Betung) lagi. Namun, sejumlah warga yang mengetahui langsung melakukan penyetopan, serta warga yang lainnya langsung menyuruh mobil-mobil tersebut memutar balik,"kata Zulkopli salah satu warga Betung, yang juga menjabat sebagai Kasat Pol-PP kabupaten PALI, Rabu (12/9/2018).

Dia bersama ratusan warga desa Betung juga meminta agar pihak terkait, terutama pihak perusahaan agar bertindak tegas, jangan sampai hal seperti ini menimbulkan konflik dan keresahan warga.

Baca: Waspadalah! Jika Bertemu Orang tak Dikenal Mengaku Bisa Ini dan Itu. Bisa Jadi Anda Bakal Tertipu

"Kami meminta pihak perusahaan agar menindak pengemudinya, dan kami juga melarang keras bagi Angbara melintas di jalan desa kami, meskipun pengemudinya asli warga desa Betung atau sekitarnya. Angbarakan memiliki lintasan khusus, jadi jangan pernah membuat keresahan bagi warga," jelas Zulkopli.

Sementara itu, Jabat, kepala koordinator lapangan PT EPI mengatakan bahwa pihak perusahaannya tidak pernah menyarankan pengemudi angkutan batubara untuk melintas di jalan Desa Betung.

"Jalan khusus telah kami bangun, jadi kalau masih terjadi itu ulah sopir batubara nakal yang memang rumahnya di sekitar Desa Betung dengan alasan bahwa sambil narik mereka sambil pulang untuk istirahat atau makan," kata Jabat.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved