Berita Palembang

Soal Macet di Jembatan Ampera. Pengamat Transportasi : Minimal 300 Personil Dishub Bantu Polantas

Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat dari kawasan Seberang Ulu terjebak macet di Jembatan Ampera Palembang

Soal Macet di Jembatan Ampera. Pengamat Transportasi : Minimal 300 Personil Dishub Bantu Polantas
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ribuan kendaraan roda dua dan empat dari kawasan Seberang Ulu terpaksa terjebak kemacetan total di Jembatan Ampera Palembang, Rabu (12/9) pagi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat dari kawasan Seberang Ulu terjebak macet di Jembatan Ampera Palembang, Rabu (12/9/2018) pagi.

Hal tersebut lantaran adanya sebuah mobil mini bus merk strada yang mengalami patah AS di Jembatan Ampera. 

Akibat dari mogoknya kendaraan itu membuat ribuan kendaraan terpaksa mengular hingga ratusan meter. 

Baca: Stok Buku Nikah di Palembang Aman. Kemenag Sumsel : Jangan Percaya Isu Tidak Benar

Bahkan untuk melewati Jembatan Ampera saja pengendara terpaksa harus menempuh waktu sekitar satu jam lamanya, karena semua lajur terkunci total. 

Tak ayal, akibat kemacetan tersebut membuat pengendara terpaksa memacu kendaraannya dengan kecepatan 5 KM/Jam, raungan bunyi klakson dan kocokkan gas kendaraan menjadi penghias di tengah kemacetan tersebut. 

Arus lalu lintas baru kembali normal setelah polisi lalu lintas bersama pihak terkait berhasil mengevakuasi mobil yang mogok menggunakan mobil derek.

Baca: Yuk Lihat Stasiun Luar Angkasa Internasional Yang Akan Melintas di Indonesia, ini Waktu dan Caranya

Rika, salah seorang pengendara mengungkapkan ia terpaksa telat sampai datang ke kantor lantaran harus menempuh waktu sekitar satu jam untuk lolos dari kemacetan.

Ia pun mengibaratkan ribuan kendaraan tak ubahnya "Umang-umang" yang berjalan lamban. 

"Macetnya parah sekali, kendaraan jalannya terpaksa lamban cak umang-umang. Saya saja harus menempuh waktu sampai 1 jam lolos dari macet," ujarnya. 

Baca: Kisah Tubagus Faisal Yusuf, Berawal dari Anak Mal Sejati Kini Sukses Nakhodai PS Mall Palembang

Iqbal,  seorang pengendara lainnya mengaku kesal dengan keadaan tersebut sehingga menyebabkan seluruh jalan protokol Palembang terkena imbasnya. Ia pun berharap apabila ada keadaan demikian segera dilakukan tindakan agar tak terjadi kelumpuhan lalu lintas. 

"Kalau dulu saat mogok kendaraan didorong ke atas,  sekarang ada besi pembatas susah. Intinya petugas harus cekatan karena Ampera akses satu-satunya warga seberang ulu," jelasnya. 

Pengamat Transportasi Sumsel,  Saidina Ali menilai kemacetan yang terjadi di Palembang khususnya jembatan ampera merupakan permasalahan klasik,  terlebih ketika ada insiden di Ampera kemacetan bakal bertambah parah

Baca: Cepat atau Lambat, Diego Simeone Instruksikan Kembali ke Inter Milan

Kendati demikian,  hingga kini belum ada tindakan serta solusi nyata dari pihak terkait. 

Ia menyarankan agar pihak terkait untuk mengindentifikasi permasalahan dari sumber kemacetan tersebut jangan hanya dibiarkan seperti saat ini. 

Seperti tikungan harus dibesarkan serta pelebaran jalan juga harus berimbang dengan volume kendaraan. 

Baca: Tubuh Si Akan Akan Bertambah Tinggi Dengan Melakukan 5 Jenis Olahraga Ini

"Kemacetan itu karena permasalahan dibiarkan saja dan tak diatur. Itu harus ada ahlinya melihat permasalahan tersebut," tegasnya. 

Melihat kondisi yang terjadi sekarang,  mantan Kadispora Sumsel ini menyarankan saat kemacetan terjadi minimal harus ada 300 petugas dishub turun tangan langsung dibantu anggota lantas. 

"Jembatan Ampera lambat dikit macet, maka harus all out 300 personel dishub yang turun,  titik kemacetan harus dipantau lewat IT agar cepat tanggap urai kemacetan," jelasnya.  

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved