Mengungkap Mitos Larangan Menikah di Bulan Suro, Nasib Buruk hingga Cerita Batara Kala!

Alasan pantangan menggelar hajatan pernikahan di bulan Suro adalah dikhawatirkan pasangan yang menikah akan mendapat nasib buruk.

Mengungkap Mitos Larangan Menikah di Bulan Suro, Nasib Buruk hingga Cerita Batara Kala!
ISTIMEWA
Ilustrasi 

"(Bulan) Suro, dewanya Batara Kala, yang suka makan manusia, dalam arti nasibnya. Sehingga buruk nasibnya," kata Han Gagas.

"Untuk itu, hal tersebut harus dihindari agar auranya menjadi baik," tambahnya.

Melihat Batara Kala yang suka memakan nasib (baik) manusia, masyarakat Jawa tidak menyelenggarakan hajatan di bulan Suro.

Jika melanggar, dikhawatirkan nasib buruk akan datang.

Menurut Han Gagas, hajatan yang dilarang diselenggarakan di bulan Suro tak hanya pernikahan.

Namun juga hajatan lain seperti pendirian rumah, sunatan, pindah rumah dan lainnya.

Meski larangan menggelar pernikahan di bulan Suro dimaksudkan untuk menghindari nasib buruk, itu tidak berarti resepsi pernikahan di bulan ini juga dilarang.

Han Gagas mengatakan, "Jika ijab kabul dilaksanakan sebelum bulan Suro lalu mengadakan resepsi pada bulan Suro, itu masih bisa dilakukan."

Selain kepercayaan Hindu di atas, ada alasan lain di balik pantangan menikah di bulan Suro.

"Budaya Suro bisa dianggap bulan spiritual sehingga waktunya untuk ibadah dan membersihkan dari sifat, sikap, watak nafsu angkara, aluamah, sufiyah, mutmainah, dan bisa dianggap sebagai bulan rehat dan refleksi renungan."

Halaman
1234
Editor: Candra Okta Della
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help