Berita Palembang

Keputusan MA 958 ASN Sumbagsel Terjerat Korupsi, Palembang Penyumbang Koruptor Terbanyak

Apabila ada ASN terjerat kasus korupsi sang pelaku korupsi harus diberhentikan sementara selama mengahadapi persidangan.

Keputusan MA 958 ASN Sumbagsel Terjerat Korupsi, Palembang Penyumbang Koruptor Terbanyak
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kasi Fasilitasi Pengembangan Kepagawaian BKN Sumsel, Walter Marianus 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia telah dinyatakan secara incrah atau keputusan tetap dari Mahkamah Agung (MA) terjerat kasus korupsi, setidaknya 958 pegawai negeri sipil yang terjerat kasus korupsi berasal dari Sumbagsel.

Mirisnya, dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Sumsel yang diperoleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kota Palembang termasuk ke dalam 14 kota terbanyak penyumbang ASN koruptor.

Adapun ke 14 daerah yang mencetak banyak PNS korupsi yakni Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Jayapura, Denpasar, Manado, Pekanbaru, Banda Aceh‎ dan Manokwari.

Kasi Fasilitasi Pengembangan Kepagawaian BKN Sumsel, Walter Marianus mengatakan sejak 3 September lalu pihaknya telah menerima salinan putusan dari MA sebanyak 958 ASN di Sumbagsel kasusnya dinyatakan incrah.

"Kita sudah terima nama-nama tersebut dari MA sejak seminggu lalu. Saat ini sedang kita cocokkan data ASN yang dinyatakan terjerat kasus korupsi," ujarnya saat ditemui di Kantor BKN Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang, Selasa (11/9/2018).

Ia menjelaskan, setelah mendapatkan salinan putusan dari MA pihaknya langsung memblokir NIP para ASN.

Setidaknya sudah sekitar 130 an ASN telah diberhentikan secara tidak hormat.

Kendati demikian, dari 958 ASN pihaknya belum sebisanya langsung memberhentikan para pelaku korupsi.

Sebab, pihaknya masih mencocokkan dengan seksama data-data para ASN di wilayah Sumbagsel.

Terlebih tidak sedikit nama-nama ASN yang sama, sehingga mereka tak ingin gegabah memblokir NIP para ASN.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help