Berita Palembang

Kepala BKPSDM Bantah Pemkot Palembang Penyumbang Koruptor Terbanyak

Pemkot Palembang sendiri hanya terdapat tiga orang dinyatakan secara inkrach. Mereka adalah....

Kepala BKPSDM Bantah Pemkot Palembang Penyumbang Koruptor Terbanyak
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, Ratu Dewa 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Palembang, Ratu Dewa, membantah data yang menyebutkan Palembang penyumbang Aparatur Sipil Negara (ASN) terbanyak koruptor, Selasa (11/10/2018).

Menurut Ratu Dewa, Pemkot Palembang sendiri hanya terdapat tiga orang dinyatakan secara inkrach atau keputusan tetap dari Mahkamah Agung (MA) kasus korupsi.

Baca: LIVE STREAMING dan SIARAN LANGSUNG Sriwijaya FC Vs Persipura, Pukul 13.00

Ketiga orang tersebut pertama adalah Hasanudin statusnya sudah diberhentikan.

Tapi karena yang bersangkutan menggugat dan gugatannya dikabulkan oleh pengadilan, sehingga sesuai keputusan pengadilan untuk mengaktifkan kembali, maka pihaknya telah menyurati BKN untuk diaktifkan kembali status ASN yang bersangkutan.

"Kita sudah surati sejak dua bulan lalu dan kita susulkan lagi tiga pekan lalu surat minta diaktifkan lagi status ASN atas nama Hasanudin," katanya.

Baca: Ngaku Hajar Hilda Vitria Ribuan Kali, Kris Hatta Disemprot Deddy Cobuzier hingga Dilaporkan Polisi

Kedua atas nama Dedi Sumaryanto statusnya baru inkrah, hanya menunggu proses SK pemberhentian secara defenitif.

Karena Wako dijabat Pj harus mendapat izin dari kemendagri penandatangan SK pemberhentiannya.

Dan terakhir atas nama Erfan Kusnandar statusnya sudah diberhentikan. Namun bersangkutan sementara masih melakukan kasasi ke MA.

"Jadi saya bantah kalau Palembang dikatakan terbanyak. Yang benar ada tiga orang. Itu pun dengan berbagai catatan," katanya.

Baca: Kerap Tampil Berbusana Seksi, Netizen Pangling Lihat Ayu Ting Ting Kenakan Hijab, Begini Wujudnya

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak BKN terkait menyebutkan Palembang sebagai terbanyak penyumbang ASN tersebut.

"Sudah kami sampaikan juga kepada BKN terkait pemberitaan hari ini bahwa data yang ada Palembang cuma tiga orang yang tersandung masalah korupsi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia telah dinyatakan secara incrah atau keputusan tetap dari Mahkamah Agung (MA) terjerat kasus korupsi, setidaknya 958 pegawai negeri sipil yang terjerat kasus korupsi berasal dari Sumbagsel.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved