Haji Umar, Prajurit Kopassus yang Tak Sengaja Meng-KO Master Karate Jepang Sekali Pukul

Mulai dari mengusir kapal perang malaysia hingga cerita heroik prajurit yang tertembak malah mampu menghabisi 83 musuh.

Haji Umar, Prajurit Kopassus yang Tak Sengaja Meng-KO Master Karate Jepang Sekali Pukul
IST
Prajurit baret merah Kopassus 

Pelatih karate ini bukanlah orang sembarangan mengingat beliau sudah mendapat lisensi sebagai master karateka.

Baca: Tanda Bahaya! Ini Arti Warna & Posisi Baret TNI, Jika Miring Kanan Jangan Coba - coba Mendekat

Baca: Cerita Pedih Agus Prajurit Kopassus Ikhlas Kaki Membusuk di Hutan Demi Misi Tapi Akhirnya Dipecat

Baca: Kisah Kelam G 30S/PKI, Ini Satu-satunya Jenderal yang Lolos dari Penculikan Karena Perintah Soekarno

kisah prajurit kopassus
kisah prajurit kopassus (IST)

Tak berselang lama, latihan karate pun digelar untuk meningkatkan kemampuan bela diri prajurit RPKAD.

Hal yang menarik terjadi pada sesi sparring atau latih tanding antara guru Karete melawan salah seorang prajurit RPKAD.

RPKAD pada saat itu diwakili oleh Haji Umar yang terkenal sebagai pendekar silat serta mampu memainkan 4 golok sekaligus dan memutarnya seperti baling-baling. Keduanya pun bersiap sebelum melakukan sparring.

Pertarungan pun dimulai, para prajurit yang ikut berlatih nampak antusias dan penasaran tentang pihak manakah yang akhirnya akan menjadi pemenang.

Namun hal yang sungguh terduga terjadi.

Ketika baru mengeluarkan beberapa jurus saja, Haji Umar sudah sukses menyikat pelatih Karate tesebut hingga tersungkur dan KO.

Sontak saja kawan-kawannya langsung riuh dan tertawa tebahak-bahak menyaksikan pertarungan tersebut.

Baca: Kisah Soekarno Berhasil Kelabui Jepang Dengan Lawakannya di Detik-Detik Kemerdekaan

Baca: Bak Siluman, 30 Anggota Kopassus Pakai Cara Mistis Usir 3000 Pemberontak Kongo dalam Sekejap

Namun demi menghormati, guru Karate tersebut tetap mengajar sesuai dengan tujuan awalnya yang diminta ke Indonesia.

Namun yang dilatih tentu saja bukan prajurit RPKAD, melainkan para remaja dan anak-nak tentara yang ada di sekitar asrama Cijantung.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help