Berita Palembang

Dampak Kenaikan Kurs Dolar, Operasional Sekolah Harus Efisiensi Anggaran

Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel terus berkoordinasi terhadap sekolah mengenai dampak meroketnya

Dampak Kenaikan Kurs Dolar, Operasional Sekolah Harus Efisiensi Anggaran
SRIPOKU.COM/YULIANI
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel terus berkoordinasi terhadap sekolah mengenai dampak meroketnya nilai tukar Dolar terhadap nilai Rupiah sejak beberapa hari terakhir.

Tentu saja kenaikan kurs ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kebutuhan operasional sekolah yang juga akan meningkat.

Baca: Usai Beberkan Pernah Hajar Hilda Sampai Ribuan Kali, Kriss Hatta Buat Video Permintaan Maaf

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd mengatakan, perlu dipahami sejauh ini tentu akan ada dampak dari kenaikan tersebut. Namun belum ada rincian yang detail apa saja yang berdampak langsung kepada siswa atau operasional sekolah di Sumsel.

"Kita akan kaji terkait kenaikan kurs Dolar ini, dan saya akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak terkait terutama pihak sekolah untuk memastikan sejauh mana dampak yang dirasakan oleh sekolah atau siswa akibat dari naiknya harga dolar terhadap rupiah,” ujarnya, Selasa (11/9/2018).

Baca: Diduga Sakit, Sopir Pribadi di Palembang Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Menurutnya, tidak ada penghematan secara signifikan tetapi lebih ke menata anggaran secara lebih cermat dan selektif dengan memilih program-program yang memiliki daya ungkit ke bidang lain.

Misalnya saja pemanfaatan IT dalam pembelajaran akan jauh menghemat pembelian sumber belajar (seperti buku teks), efisien waktu, perubahan perilaku belajar, serta menyejajarkan kualitas secara tidak langsung dengan sekolah dan bahkan negara lain.

Baca: Rupiah Melemah Travel Umroh Terpaksa Naikan Tarif 1 Juta

"Untuk sejumlah rencana termasuk membangun sekolah yang bertarap internasional tentu sejauh ini tetap akan berlanjut, karena itu sudah menjadi program Sumsel untuk menciptakan SDM yang memiliki kulitas pendidikan yang mumpuni," jelasnya.

Sementara itu, untuk program lain juga masih berlanjut misalkan pada 30 September mendatang, Sumsel akan mengirim 23 siswa SMA ke Perancis sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Perancis yang ditandatangi gubernur beberapa waktu lalu menyusul pengiriman siswa sebelumnya.

Baca: Pastikan Proyek Jalan Ada Penyelewengan, DPRD OI Congkel Badan Jalan di Tanjungraja Dengan Linggis

Lalu untuk Vokasi (SMK) segera akan kerja sama dengan India, Thailand, Jepang, dan Australia dalam waktu dekat dalam rangka mengangkat mutu lulusan SMK kita untuk bersaing di tingkat dunia yaitu memasuki pasar kerja dengan penghasilan sangat baik di dunia Internasional.

“Contohnya ada anak di Sumsel lulusan SMK yang kita kirim ke Cina secara gratis (PKG) 3 tahun lalu kini sudah selesai dan yang langsung bekerja rata-rata penghasilan gaji mereka antara Rp16 hingga Rp20 juta per bulan. Ada juga yang memilih melanjutkan studinya ke master mereka mendapatkan beasiswa dari kampusnya di Wuxi dan Nanjing Cina,” ungkapnya.

Baca: 8 Gejala Pada Bayi Ini Tidak Boleh Diabaikan, Segera Periksakan ke Dokter`

Selain itu Sumsel juga mengirim siswa ke Jepang yang saat ini juga telah terlihat hasilnya, mereka ada yang telah lulus dan sudah bekerja sesuai program keahliannya dengan rata-rata penghasilan gaji Rp20 juta di Jepang.

"Kalau sektor pengiriman siswa keluar tentu akan kita pantau, sejauh mana dampak yang harus kita antisipasi jika hal yang sama kita akan lakukan. Kami akan pastikan semua masih bisa berlanjut meski kondisi Dolar saat ini masih belum kondusif, dan berdampak bukan di dunia pendidikan saja, akan tetapi luas kepada semua sektor,” terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help