Soekarno Pun Sempat Ketakutan Saat Istana Merdeka Dikepung

Penggalan sejarah bangsa ini banyak yang tak terungkap ke publik yang seharusnya diketahui generasi penerus.

Soekarno Pun Sempat Ketakutan Saat Istana Merdeka Dikepung
Arsip Kompas
Soekarno dan Soeharto 

Amir Mahmud acuh akan nota tersebut.

Tampak depan Istana Merdeka.
Tampak depan Istana Merdeka. (ARSIP PERPUSTAKAAN NASIONAL RI)/ilustrasi 

Namun Brigjen Sabur semakin ketakutan karena pasukan tak dikenal tersebut membawa persenjataan lengkap.

Sabur lantas memutuskan mengirim nota lagi kali ini ke presiden Soekarno.

"Membaca laporan Brigjen Sabur, Soekarno menjadi kalut. Laporan tersebut dilaporkan kepada Wakil Perdana Menteri Dr. Leimena, Dr. Soebandrio, dan Chairul Saleh," tulis Jonar TH Situmorang dalam bukunya Presiden (daripada) Soeharto ini.

Soekarno langsung bergegas pergi meninggalkan rapat dan menyerahkan kelanjutannya kepada Leimena.

Tapi para menteri yang melihat perbuatan Soekarno tersebut menjadi ikut panik juga sehingga rapat ditutup.

Soebandrio yang saat itu menjabat Kepala Badan Pusat Intelijen (BPI) ikut lari terbirit-birit mengejar Bung Karno yang sudah berjalan bersama pengawalnya menaiki helikopter untuk diamankan ke Istana Bogor.

Baca Juga : Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H: Mengenal Tradisi Unik Barikan di Pati

Rupanya pasukan tak dikenal tersebut merupakan para personil Kostrad.

Dalam buku Misteri Supersemar, Kastaf Kostrad saat itu, Kemal Idris mengakuinya.

Halaman
123
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved