Jokowi ke Korsel, Fahri Hamzah Tulis Surat Terbuka hingga Sebut KPK Beban Bangsa!

Fahri kemudian menjawabnya dengan menuliskan pesan agar Jokowi mempelajari sejarah pemberantasan korupsi di Korea Selatan.

Jokowi ke Korsel, Fahri Hamzah Tulis Surat Terbuka hingga Sebut KPK Beban Bangsa!
IST
Fahri Hamzah 

SRIPOKU.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menuliskan pesan terbuka terkait kegiatan kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Korea Selatan (Korsel).

Hal tersebut tampak dari akun Twitter Fahri Hamzah, @fahrihamzah, Minggu (9/8/2018).

Ia menanggapi postingan akun Twitter Jokowi, @Jokowi yang menuliskan Presiden Indonesia itu akan bertemu Presiden Korsel Moon Jae-In untuk membahas penguatan kerja sama kedua negara di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Fahri kemudian menjawabnya dengan menuliskan pesan agar Jokowi mempelajari sejarah pemberantasan korupsi di Korea Selatan.

Ia menyebutkan khususnya mengenai sejarah lembaga anti korupsi Korsel yakni KICAC (Korean Independent Commision Against Corruption) yang kemudian diganti ACRC (Anti Corruption and Human Right Commision).

"Pak, Saya titip: Pelajari sejarah pemberantasan Korupsi di Korsel dan khususnya sejarah KICAC (Korean Independent Commision Against Corruption). LALU diganti ACRC (Anti Corruption and Human Right Commision). ACRC adalah gabungan Banyak lembaga termasuk"

"Bapak presiden @jokowi tidak boleh terlalu lama membiarkan negara dalam keadaan 'darurat korupsi' seperti tuduhan selama ini.

Karena kalau ia, maka artinya presiden gagal memberantas korupsi. Presiden akan ditagih rakyat. Maka sekarang ambillah keputusan yang radikal."

"Hanya di Indonesia, darurat korupsi hanya menjadi kesibukan satu lembaga. Presiden sendiri tidak menyebut darurat melihat begitu merata “tangkapan KPK” sehingga semua partai dapat disebut sebagai lumbung koruptor menurut cap yang dibuat KPK."

"Terakhir KPK menangkap hampir semua anggota legislatif kota malang. Lalu, mempersoalkan tiket #AsianGames2018 tapi diam setelah dibantah wakil presiden. Jadi hanya di Indonesia definisi korupsi masih kita sengketakan. Bagaimana bisa kita selesaikan?"

Cuitan Fahri Hamzah
Cuitan Fahri Hamzah 
Halaman
1234
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved