Guardiola Melakukan "Sihir" pada Klubnya, Eric Cantona Nilai Pria Spanyol Cocok Jadi Manajer MU

Legenda Manchester United (MU) Eric Cantona mengklaim bahwa Pep Guardiola harus menjadi sosok yang tepat menjadi manejer

Guardiola Melakukan
www.dailymail.co.uk
Pep Guardiola. 

SRIPOKU.COM -- Legenda Manchester United (MU) Eric Cantona mengklaim bahwa Pep Guardiola harus menjadi sosok yang tepat menjadi manejer Setan Merah menggantikan Jose Mourinho yang dinilai sudah tidak cocok untuk pemain.

Cantona yang menuliskan namanya ke dalam sejarah United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson pada 1990-an, namun ia mengaku sebagai penggemar mantan bos Chelsea tersebut.

“United adalah klub hebat dan akan selalu bagus. Mereka akan memenangkan banyak hal, saya tahu mereka akan melakukannya,” katanya Cantona dikutip Sripoku.com dari Fox Asia.

“Tapi cara mereka bermain? Tidak baik. Manajer menyuruh mereka bermain dengan cara yang salah untuk para penggemar. Tidak menyenangkan, tidak ada kreativitas."

Baca: Diisukan Bakal Kembali ke Manchester United, Van der Sar Tegaskan Bahagia di Ajax Amsterdam

Baca: Hasil Pertandingan Manchester United (MU) vs Burnley, Tampil Dominan MU Menang 2-0

“Saya suka Mourinho. Dia memiliki kepribadian yang baik tetapi tidak untuk United. Mereka seharusnya memikirkan Guardiola sebagai pelatih. Dia seharusnya ada di sana, karena dia melakukan 'sihir' dengan klub lain itu. Klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya,” jelas Cantona.

Erick Cantona
Erick Cantona (ISTIMEWA)

Cantona melanjutkan, untuk memanggil Guardiola sebagai “anak rohani Johan Cruyff”, bahkan mengklaim bahwa mantan bos Barcelona adalah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab pada Setan Merah selain orang Prancis itu sendiri.

Baca: Pep Guardiola Ingatkan Anak Asuhnya Jangan Lagi Buat Kesalahan Lawan Newcastle United

“Saya ingin melatih. Jika mereka memanggil saya, saya akan pergi; Saya akan menikmatinya. Mereka tahu keberadaan saya. Kemudian kami akan bermain sepakbola kreatif sekali lagi,” kata Cantona.

“Ini akan sangat bagus untuk para penggemar, seperti halnya dengan Alex Ferguson, dia membiarkan pemain menjadi kreatif, memperlakukan mereka sebagai individu. Kami semua merasa spesial dengannya. Semua merasa dicintai. Dia selalu memuji. Pria yang baik. Seorang pemimpin yang baik," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Reigan Riangga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved