Berita Palembang

Adanya Peraturan Tentang Satwa Dilindungi, Peternak & Pecinta Burung Berkicau Merasa Dirugikan

Komunitas burung berkicau keberatan dengan Peraturan Menteri (Permen) LHK No 20 Tahun 2018 tentang Satwa dilindungi.

Adanya Peraturan Tentang Satwa Dilindungi, Peternak & Pecinta Burung Berkicau Merasa Dirugikan
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Rizki saat berfoto bersama burung kesayangannya dan mendapatkan juara, Senin (10/9). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Komunitas burung berkicau keberatan dengan Peraturan Menteri (Permen) LHK No 20 Tahun 2018 tentang Satwa dilindungi.

Sebab, sebanyak 562 satwa dilindungi ini beberapa diantaranya adalah burung peliharaan para anggota komunitas ini.

Seperti murai batu, cucak rawa, cucak hijau, jalak suren, kolibri, cucak jempol, pleci kacamata, kenari melayu dan beberapa jenis lainnya jika dipelihara akan dikenakan sanksi pidana.

Baca: Finish Urutan ke-7 di GP Misano, Bos Yamaha Salahkan Ban, Rossi Sebut Ini Masih Ajaib

Kondisi ini dikeluhkan pencinta burung, misalnya Rizki Apriananda yang sering mengikuti perlombaan burung kicau tingkat nasional mengatakan sebagai peternak dan pecinta burung kicau sangat dirugikan dengan peraturan ini.

"Seperti Murai Batu. Sudah banyak penangkaran burung yang memproduksi burung Murai Batu. Begitupun burung lainnya seperti Pleci Kacamata, Cucak Hijau dan lainnya," Jelasnya saat diwawancarai, Senin (10/9).

Baca: Tasyakuran Cucu Kembarnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dapat Kejutan Ultah ke-68

Kasusnya berbeda jika dibandingkan dengan elang, burung bangau atau burung liar lainnya.

Karena jarang dipelihara di rumah, artinya keberadaannya di alam liar patut dilindungi.

Kalau burung kicau kan banyak yang pelihara, hampir setiap rumah ada, seperti memelihara ayam.

"Jika penangkapan burung secara liar harus ditangkap. Jangan sampai anak cucu kita tidak bisa mendengarkan burung berkicau di alam liar," ujarnya.

Baca: 16 Tahun Berlalu, Siapa Sangka Ternyata Almarhum Dono Warkop DKI Simpan ‘Rahasia’ Besar Ini

Menurutnya, saat ini pencinta burung kicau sedang mengalami peningkatan.

Hal ini tidak hanya memberikan efek ekonomi bagi pedagang atau peternak burung.

Tapi juga pedagang pakan, pembuat kandang serta berbagai penjual kebutuhan lainnya.

"Kalau hobi ini dibatasi nantinya susah, kan ini juga menghasilkan uang. Dan tidak menyiksa hewan," Jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help