Berita Palembang

Meski Gubernur Ganti, Muddai Tegaskan Manajemen Tak Wajib Berganti

Plt. Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang menegaskan

Meski Gubernur Ganti, Muddai Tegaskan Manajemen Tak Wajib Berganti
SRIPOKU.COM/RESHA
Plt. Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang (tengah), saat memberikan keterangan pers di Swarna Dwipa Hotel Minggu (9/9/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Plt. Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang menegaskan, meski Gubernur Provinsi Sumatera Selatan berganti namun manajemen PT. SOM tak serta merta wajib diganti.

Alasannya, manajemen pengelola klub harus dikelola secara profesional.

"Tidak ada keharusan mengganti manajemen saat pergantian Gubernur. Karena kita harus jauh-jauh dari itu (kepentingan politik)," ujarnya saat konfrensi pers di Swarna Dwipa Hotel Minggu (9/9/2018).

Baca: Investor Potensial Nyatakan Siap Sokong Klub Sepakbola Sriwijaya FC

Muddai mengatakan, sejak PT. SOM didirikan untuk fokus mengelola klub 2008 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan tidak pernah menyertakan setoran modal.

Padahal, ada Yayasan Sepakbola yang menjadi perwakilan Pemprov Sumsel di dalam PT. SOM, yang menjadi pemegang saham.

Baca: Peluru Nyasar di Sei Selayur Tembus Dinding Seng Rumah Yus Nizar

"Namun karena ini dari Pemprov, Yayasan Sepakbola yang menjadi perwakilan PT. SOM, kita tetap berikan haknya. Dan dia tetap jadi pengurus," urainya.

Muddai hanya berharap, pihak Pemprov Sumsel dapat mendukung apa yang menjadi kelancaran Sriwijaya FC sebagai pemegang fasilitas yang ada di Sumsel. Seperti misalnya, dukungan penyediaan Stadion tempat tim berjuluk Laskar Wong Kito itu berlaga.

Baca: Protes PT SERD Tidak Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Warga Semende Blokir Jalan Menuju Perusahaan

Meski berstatus meminjam, namun pihaknya tetap melaksanakan kewajiban sebatas menjaga fasilitas yang disediakan tadi. Misalnya membayar biaya sewa, listrik, dan menjaga agar sampai tidak rusak.

"Jadi kami butuh bantuan pemerintah, karena fasilitas-fasilitas itu. Kami menggunakan dengan tanggung jawab, dirawat dengan baik," jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved