Berita OKU Selatan

Kedelai Naik 10 Persen, Pengrajin Tempe Tahu di OKUS Kurangi Produksi & Ukuran

Melemahnya nilai rupiah berdampak pada sejumlah pabrik tahu dan tempe di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Minggu (9/9/2018).

Kedelai Naik 10 Persen, Pengrajin Tempe Tahu di OKUS Kurangi Produksi & Ukuran
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Melemahnya nilai rupiah berdampak pada sejumlah pabrik tahu dan tempe di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Minggu (9/9/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Melemahnya nilai rupiah berdampak pada sejumlah pabrik tahu dan tempe di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Minggu (9/9/2018).

Sebab bahan yang digunakan berupa kacang kedelai yang digunakan yang mereka pasok dari Lampung merupakan impor dari luar negeri mengalami kenaikan hingga mencapai 10 persen.

Diketahui sebelumnya harga kedelai Rp 7000 hingga 7.200 kini meroket mencapai RP 8.200 perkilonya. Naiknya harga kedelai membuat pihak pabrik mengurangi ukuran tahu, yang namun berdampak pada menurunnya penjualan.

Baca: Restorasi Sungai Sekanak, Pengerjaannya Hampir Selesai. Jadikan Wisata Kelas Dunia

"Sebelumnya seharga Rp 7.000 hingga 7.200 sekarang mencapai Rp 8.000,"ujar Munawaroh pengelola pabrik tahu di Kampung Minang Kelurahan Pasar Muaradua.

Untuk menekan nilai kerugian pihak pabrik tahu dan tempe terpaksa mengurangi ukuran volume tahu, dan mengurangi angka produksi. 

Dikatakannya Munawaroh, dampak dari naiknya harga kedelai pabrik yang ia kelola mengalami penuruan produksi harinya mencapai 10 persen.

Baca: Wong Kito Bisa Nikmati Menu Khas Aceh, Mulai Dari Mie sampai Beragam Kopi Aceh

"Biasanya sehari memproduksi mencapai 50 hingga 55 kilogram kedelai namun sekarang hanya 40 kg saja,"tambah Munawaroh.

Dampak melemahnya rupiah juga dirasakan pabrik tempe di lokasi lingkungan sekitar Kampung Minang, dengan hanya memproduksi tempe menggunakan kedelai sebanyak 1.5 Kwintal kini mengalami penurunan hanya 1.0 hingga 1.25 kwintal .

Baca: Toko Mas di Sayangan 16 Ilir Dirampok, Pelaku Kabur Naik Perahu Ketek ke Sungai Musi

"Disini juga masih tergantung musim panen, tetapi setelah kenaikan harga kedelai penjualan kian merosot,"kata Wahyudin.

Dikatakannya, sebelumnya pabrik tempe yang ia kelola perharinya memproduksi tiga jenis ukuran sekarang hanya dua jenis.

"Sebelumnya tiga jenis sekarang kita mengurangi jenis produksi yang semula 3 macam hanya 2 jenis saja, seharga 5 ribu dan 4 ribu perpotongnya,"pungkas Wahyudin.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved