Berita Empatlawang

Harga Sawit di Tebingtinggi Perkilo Cuma Seharga Rp 750

Petani kelapa sawit di Tebingtinggi Empatlawang mengeluhkan anjloknya harga jual kelapa sawit Rp 750 per kilonya.

Harga Sawit di Tebingtinggi Perkilo Cuma Seharga Rp 750
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Salah seorang petani menjual kelapa sawit, kepada pengepul, Minggu (9/9/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, A WIjaya

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Petani kelapa sawit di Tebingtinggi Empatlawang mengeluhkan anjloknya harga jual kelapa sawit Rp 750 per kilonya.

Menurut warga, harga tersebut sangat tidak berimbang dengan harga kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur serta sayur mayur.

Sedangkan, kebanyakan masyarakat mayoritas adalah petani sawit, petani karet dan kopi.

Baca: Lebih Profesional & Transparan, Perusahaan Pengelola Sriwijaya FC Akan Dijadikan Perusahaan Publik

"Harapan kami kepada pemerintah agar bisa menstabilkan harga. naikkan harga sawit, dan karet, kami tidak berharap banyak, cukup dengan menstabilkan harga kami sejahtera." Kata Mus salah satu petani kelapa sawit, saat di bincangi setelah ia menjual hasil kebunnya, Minggu (9/9/2018)

Sementara Adi, salah satu pengepul buah kelapa sawit di Tebingtinggi mengaku anjloknya harga beli buah sawit justru karena salah satu pabrik tutup.

Baca: Protes PT SERD Tidak Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Warga Semende Blokir Jalan Menuju Perusahaan

"Harga turun baru seminggu yang lalu, sebelumnya kami membeli sawit di tingkat petani dengan harga Rp 800 hingga Rp 900 tapi sekarang sudah turun lagi menjadi Rp 750 per kilo, karena selama ini tempat kami menjualnya juga tutup, "jelasnya

Adi mengaku, para pelanggan yang biasa menjual buah sawit sekarang sudah banyak yang mengeluhkan harga tersebut.

Baca: Permudah Komunikasi Dengan Pelanggan, Astra Motor Luncurkan Aplikasi Motorku

"Rata-rata pelanggan mengeluh, tapi mau bagaimana lagi harga yang kami terapkan ini sesuai dengan harga jual di pabrik dan sekarang ini kami hanya bisa membeli buah yang benar-benar kuakitas bagus, " katanya.

Menurutnya, harga beli ditingkat petani tersebut tidak menutup kemungkinan dalam beberapa hari kedepan turun lagi, karenakan buah yang ada di tingkat pengepul sedang menumpuk.

"Dalam beberapa hari kedepan bisa saja harga bisa menurun lagi tergantung dengan daya beli pabrik, " katanya.

Penulis: Awijaya
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved