Berita Palembang

Driver Ojek Online "Melawan" Sistem Suspend. Ini yang Bakal Dilakukan Ribuan Driver Ojol di Sumsel

Tindakan suspend sepihak aplikasi dari pihak aplikator masih jadi momok menakutkan para driver online di Indonesia.

Driver Ojek Online
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Para driver online yang tergabung dalam ADO Sumsel bakal turun ke jalan menyuarakan hak mereka. 

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tindakan suspend sepihak aplikasi dari pihak aplikator masih jadi momok menakutkan para driver online di Indonesia tak terkecuali di Provinsi Sumsel.

Maka dari itu Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel menindaklanjuti gerakan nasional melawan aplikator yang dinilai kerap melakukan tindakan semena-mena terhadap driver.

Baca: Investor Potensial Nyatakan Siap Sokong Klub Sepakbola Sriwijaya FC

Untuk menyuarakan kegundahan para driver, pada hari Rabu (12/9/2018) ADO Sumsel bersama ribuan driver bakal melakukan aksi turun ke jalan.

"Kita ingin menginventarisir semua permasalahan dan keluhan dari driver yang akan disampaikan dan dituntutkan kepada Aplikator khususnya mengenai sistem suspend," ujar ketua ADO Sumsel, Harvin, Minggu (9/9/2018).

Adapun secara umum hasil dari yang akan para driver suarakan diantaranya Pemutihan Akun tanpa syarat, menurunkan fee aplikasi menjadi 5%, kaji ulang sistem suspend, tansparansi reason suspend step by step, rasionalkan tarif, rasionalkan insentif, kaji ulang target trip poin sesuai kemampuan dan situasional, tolak verifikasi wajah apk Grab, sebelum ada solusi Pemutihan Akun (tanpa syarat), akun customer wajib upload identitas.

Baca: Peluru Nyasar di Sei Selayur Tembus Dinding Seng Rumah Yus Nizar

"Customer juga harus diwajibkan pakai biodata asli, demi menjaga keamanan dan keselamatan dari pelaku kriminal khususnya pembegalan," tegasnya.

Selain itu, pihaknya akan mendorong regulasi khusus untuk mengurus transportasi online. Sebab, saat ini belum ada regulasi jelas menaungi para driver tanpa aturan membuat aplikator terus sewenang-wenang terhadap driver.

"Agar tak ada lagi pembekuan sepihak tanpa konfirmasi maka kita mendorong untuk dibuatkan regulasi agar sistem kerja menguntungkan aplikator dan driver," jelasnya. (Oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved