SFC Update

Bakti Ungkap Berdirinya PT SOM dan Pemprov Melalui Yayasan yang tak Lagi Danai Sriwijaya FC

Bakti Setiawan diminta oleh Syahrial Oesman untuk mencari tim agar Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring jadi lebih bermanfaat.

Bakti Ungkap Berdirinya PT SOM dan Pemprov Melalui Yayasan yang tak Lagi Danai Sriwijaya FC
SRIPOKU.COM/RESHA
Penggagas Sriwijaya FC Bakti Setiawan saat memberikan keterangan pers didampingi Plt Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang dan Sekretarisnya, Faisal Mursyid. 

"Di dalam perjalanannya, di 2004 dan 2005 kita mulai berjalan dengan penonton terbatas," urainya.

Walaupun saat itu masih dibiayai oleh pemerintah daerah melalui APBD, namun sejak 2008 muncul regulasi baru dari PSSI. Dimana untuk mengelola klub secara profesional, harus berbentuk badan hukum.

Baca: Investor Potensial Nyatakan Siap Sokong Klub Sepakbola Sriwijaya FC

"Pada 2008, kita membentuk satu PT yang akan menaungi dan mengelola Sriwijaya FC. Jadi klub taunya ikut pertandingan event saja. Untuk mengelola keuangannya kita melalui PT SOM," bebernya.

Saat itu, pembentukan PT SOM yang berbentuk Perusahaan Terbatas tadi membutuhkan susunan pengurus, komisaris dan manajemen. Saat itu, pemegang sahamnya adalah H Muddai Madang, Baryadi dan Bakti Setiawan. Sementara saham dari Pemprov di wakili Yayasan Sekolah Sepakbola Sumsel.

"Pemegang sahamnya adalah Pemda Sumsel melalui Yayasan Sekolah Sepakbola Sumsel, namun sayang untuk Yayasan ini tidak lagi mengucurkan dana bagi Sriwijaya FC sejak 2008, karena larangan regulasi soal klub profesional tak memakai APBD, yang mana pada saat itu penandatangannya Sofyan Rebuin. Pak Muddai sebagai pemrakarsa dan Pak Baryadi," urainya.

Memang pada saat pendirian PT SOM, Bakti mengaku Pemprov pada saat penyertaan modal tidak melakukan penyetoran modal.

Namun berkat pengelolaan dari PT SOM yang mulai mandiri ditambah sponsor, maka Sriwijaya FC tetap bisa berkompetisi hingga meraih prestasi yang cukup tinggi.

"Ke depan, kita melihat perjalanan Sriwijaya FC tergantung dari sponsor. Kalau dikelola secara profesional, maka akan ada sponsor yang banyak," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help