Berita Palembang

Tak Banyak Yang Tahu, Ada Panggilan Khas Kota Palembang yang Perlahan Mulai Hilang

Budaya memanggil perempuan yang lebih tua di Palembang nampaknya sedikit mengalami pergeseran beberapa tahun terakhir.

Tak Banyak Yang Tahu, Ada Panggilan Khas Kota Palembang yang Perlahan Mulai Hilang
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Tampak kendaraan saat melintasi Jembatan Ampera. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Budaya memanggil perempuan yang lebih tua di Palembang nampaknya sedikit mengalami pergeseran beberapa tahun terakhir.

Sebutan "Mbak" yang berasal dari bahasa Jawa atau sebutan kakak terasa semakin sering digunakan ketimbang memanggil dengan kata "ayuk", panggilan asli dari Bumi Sriwijaya.

Di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan dunia kerja, panggilan "Mbak" seolah menjadi panggilan resmi kepada perempuan yang lebih tua, padahal tak semua perempuan-perempuan itu berasal dari Jawa.

Weny, seorang karyawan swasta keturunan Jawa, mengaku sempat heran dengan penggunaan panggilan yang semestinya hanya biasa diberikan kepada perempuan yang berasal atau memiliki silsilah dari tanah seberang.

"Sebenernya sah-sah saja ya tapi yang aneh itu adalah kita tahu dia orang Palembang asli tapi dipanggil 'Mbak'."

"Kan kadang kelihatan dari wajahnya yang khas daerah Palembang," ujar Weny.

Menurutnya, panggilan "Ayuk" dalam Bahasa Palembang kini sudah jarang digunakan di tempat umum dan hanya ditemukan di lingkungan keluarga saja.

"Rata-rata memang panggilan itu terbatas untuk di lingkungan keluarga dan rumah saja," tambah Weny.

Berbeda dengan Weny, Winda seorang dosen di perguruan tinggi swasta mengatakan, meskipun dirinya keturunan asli Palembang ia tak mempermasalahkan jika dipanggil dengan sebutan dari daerah lain.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help