Berita Palembang

Solar diganti B20, Hino Sudah Antisipasi Sejak 2016 Dengan Teknologi Common Rail

Sejak itu, Hino terus melakukan antisipasi sehingga ketika regulasi harus dijalankan sudah dapat langsung melangkah.

Solar diganti B20, Hino Sudah Antisipasi Sejak 2016 Dengan Teknologi Common Rail
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Model memamerkan truk Hino 

Mesin diesel Hino dapat direkayasa sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang dijual secara umum.

Mesin Hino juga sudah menggunakan biosolar B10 dan B15. Terbukti tidak ada masalah. Kini, kadar solar nabati lebih tinggi (20 persen) dan solar mineral turun menjadi 80 persen.

Pemerintah menjalankan program mandatori biodiesel 20 persen (B20) dalam rangka perluasan insentif biodiesel dari public service obligation (PSO) ke non-PSO (dari bersubsidi ke nonsubsidi).

Dengan program ini, pemerintah bisa mengurangi subsidi bahan bakar solar yang diimpor.

Komponen solar dari dalam negeri-hasil dari perkebunan dan bisa diperbarui-porsinya terus ditingkatkan.

Kebijakan ini akan sangat membantu industri di dalam negeri. Disamping itu, membantu mengurangi polusi.

Sebagai produsen, Hino merasa perlu menyampaikan kebijakan pemerintah ini kepada konsumen.

"Selama ini, konsumen sangat mengandalkan mesin Hino yang dikenal tangguh, bandel, dan kuat. Hal itu yang membuat Hino menjadi pemimpin pasar di segmen truk medium duty dalam 18 tahun terakhir," ungkap Solihin Kentjana, GM CLM (Citra Lestari Mobilindo), Jumat (7/9/2018).

Hino Indonesia sudah melakukan pengujian penggunaan bahan bakar solar B20 sejak tiga tahun lalu.

Mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai ThermodinamikaMotor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam/hari.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help