Berita Ogan Ilir

Hujan Mengguyur Wilayah Ogan Ilir. Petani Cabai Mulai Tersenyum

Diperkirakan awal September ini secara serentak, warga mulai tanam biji cabai. Saat ini warga masih melakukan penggemburan lahan

Hujan Mengguyur Wilayah Ogan Ilir. Petani Cabai Mulai Tersenyum
TRIBUN SUMSEL.COM/EDISON
Seorang nenek di warung Eka Rina ketika memilih cabai yang busuk untuk dipisah dari cabai bagus di Pasar Inpres kota Prabumulih. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Hujan deras mengguyur kawasan Indralaya dan sekitarnya sejak hampir sepekan terakhir membuat petani khususnya petani cabai di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) tersenyum.

Alasannya, lahan yang semula kering akibat diterpa musim kemarau panjang kini, kembali basah usai diguyur hujan deras, seperti pada Kamis sore (6/9/2018) pukul 17.00.

Baca: Bikin Heboh Karena Masuk Toilet Wanita, Ini Jawaban Jujur Millendaru Saat Disinggung Lakukan Operasi

Mereka tidak menunda-nunda dan langsung memanfaatkan lahan basah tersebut untuk bertanam bibit cabai.

Seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten OI yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani cabai.

"Diperkirakan awal September ini secara serentak, warga mulai tanam biji cabai. Saat ini warga masih melakukan penggemburan lahan dengan cara dicangkul atau dengan menggunakan hand tractor, lalu ditaburkan pupuk," ujar Eva kepada Sripoku.com, seorang petani cabai asal Desa Tanjung Baru, Jumat (7/9/2018).

Baca: Lebih Seksi, Ini Adik Via Vallen yang Cantiknya Kebangetan, Suaranya Saingi sang Kakak!

Ia mengaku sudah dua tahun ini menjadi petani cabai, meskipun tidak memiliki lahan pribadi.

Namun dirinya rela merogok kocek untuk menyewa lahan menanam cabai tersebut.

"Untuk lahannya bukan milik pribadi pak, saya bersama dua teman menyewa lahan seluas tiga hektare untuk menanam cabai ini, satu hektarnya Rp 3 juta per tahun," katanya.

Eva berharap, cabai yang ditanam dalam kurun waktu 120 hari atau empat bulan kedepan bisa beberapa kali dipanen, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca: Duel Berdarah Berakhir Maut di Ogan Ilir, Jamaluddin Tewas Dalam Perjalanan ke Rumah Sakit

"Dalam kurun waktu itu, bisa dipanan lebih dari tiga kali. Ya, alhamdulillah hasilnya nanti bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kelurga saya. Mudah-mudahan hasilnya nanti memuaskan," harapnya.

Setelah dilanda kemarau panjang, petani cabai di Desa Tanjung Baru Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir kembali membuka lahan perkebunan.
Setelah dilanda kemarau panjang, petani cabai di Desa Tanjung Baru Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir kembali membuka lahan perkebunan. (SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI)

Hal senada juga disampaikan Zulkifli, petani cabai Desa Tanjung Baru.

Menurut Zulkifli, ada sekitar 400 warga yang menjadi petani cabai di daerah tersebut.

Baca: Akui Sudah Menikah, Ini Momen Kebersamaan Kartika Putri dan Anak-Anak Habib Usman

"Mayoritas warga Desa Tanjung Baru sebagai petani cabai, karena menjadi petani cabai cukup menjanjikan, apalagi ketika harga naik saat panen," tambahnya seraya mengaku pihaknya sudah menyediakan peralatan yang difungsikan untuk menyiram tanaman cabainya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help