Empat Obyek Wisata Sejarah yang Bisa Dikunjungi di Bengkulu

Ada banyak destinasi sejarah yang penting, kita sedang mulai mengemasnya menjadi festival, film dan lainnya supaya mengundang wisatawan

Empat Obyek Wisata Sejarah yang Bisa Dikunjungi di Bengkulu
pedomanbengkulu.com
Benteng Marlborough, Bengkulu. 

Di sini lah tempat presiden pertama Indonesia diasingkan, di sebuah rumah di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Bengkulu. Bung Karno di asingkan ke Bengkulu pada 1938-1942, setelah dipindah dari Ende, Flores.

Sebuah rumah bergaya lama yang dulunya milik saudagar Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat itu, kini telah menjelma menjadi objek wisata sejarah.

Anda bisa menelusuri sejarahnya dari barang-barangnya yang masih terjaga apik, mulai dari kasur, meja dan kursi, hingga sepeda onthelnya.

Rumah ini menjadi saksi bisu, romansa kisah cinta segitiga Bung Karno, Ibu Inggit Garnasih & Ibu Fatmawati.

3. Rumah Ibu Fatmawati

Mesin jahit konon dengan alat inilah Ibu Fatmawati menjahit bendera kemerdekaan 17 Agustus 1945
Mesin jahit konon dengan alat inilah Ibu Fatmawati menjahit bendera kemerdekaan 17 Agustus 1945. (Kompas.com/Firmansyah)

Rumah ini berbentuklayaknya rumah panggung khas Bengkulu dengan sentuhan ukiran khas Melayu. Ukurannya tidak terlalu besar, hanya terdiri dari beranda, ruang tamu, dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi.

Di ruang tamu terpajang foto-foto Fatmawati bersama Bung Karno dan anak-anak mereka. Di sini juga masih terdapat alat-alat peninggalan Fatmawati, salah satunya mesin jahit yang dipakai untuk menjahit Sang Saka Merah Putih dari dua helai selendang.

4. Makam Inggris Jitra

Benteng Marlborough di Bengkulu.
Benteng Marlborough di Bengkulu. (KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN)

Kompleks makam keluarga Inggris ini tidak begitu jauh dari Benteng Marlborough maupun Lapangan Merdeka, tepatnya di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Menurut Plt Bupati Bengkulu Rohidin Mersyah, makam ini masih ada kaitannya dengan Benteng Marlborough.

Menurut catatan sejarah, makam Inggris Bengkulu sudah ada sejak tahun 1775. Pengelolaannya dibawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Dulunya, ada lebih dari 100 nisan di sini. Namun, sekarang tinggal tersisa 53 nisan saja karena adanya pembangunan di sekitar kompleks makam.

"Makam ini rutin dikunjungi keluarganya dari Inggris tiap tahun," ungkap Rohidin.

Penulis: Muhammad Irzal Adiakurnia

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://travel.kompas.com/ dengan Judul:
4 Obyek Wisata Sejarah yang Bisa Dikunjungi di Bengkulu

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved