Berita Palembang

Soal Kisruh Anggota Pol PP & Pedagang, Keluarga Pedagang Datangi Kantor Pol PP Akui Salah

Sempat menunggu beberapa jam, kedua pedagang Jakabaring yang sempat bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

Soal Kisruh Anggota Pol PP & Pedagang, Keluarga Pedagang Datangi Kantor Pol PP Akui Salah
Sripoku. com /Yandi Triansyah
Kedua pedagang Reni dan Ria meminta maaf kepada anggota Satpol PP yang sudah mereka lukai, Kamis (6/9/2018) 

Dilanjutkan Wendy (suami Ria), kejadian pemukulan yang dilakukan istrinya hanyalah kesalahpahaman. Karena, pada saat itu, sang istri kaget dengan kedatangan anggota Satpol PP yang melakukan penertiban.

Baca: IKEA Indonesia Luncurkan Katalog 2019 Berisi Produk Terbaru

"Kami minta maaf karena ini adalah kesalahpahaman, dan kami minta maaf, karena ini adalah murni kesalahan kami," tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Palembang, Alex Fernandus melalui Kepala Bidang (Kabid) Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas), HS Hendra menyampaikan, hari ini menjadi pengakuan dari para pedagang dan telah mengaku salah dan sudah meminta maaf kepada jajaran Satpol PP Kota Palembang.

Baca: Bangunan Pasar Kalangan dari Dana Desa di Kecamatan Lembak Muaraenim Tiba-tiba Ambruk

"Karena Kepala Satpol PP tidak bisa hadir karena harus menemani istri berobat, jadi saya mewakili selaku Kanid Tibum dan Transmas bersama Kasi. Operasional dan Kasi. Pengawalan. Dan alhamdulillah sudah kita dengar pengakuan-pengakuan dari para pedagang, atas kejadian pada hari Kamis," ungkapnya.

Hendra mengaku, melalui permintaan maaf yang disampaikan, maka Satpol PP Kota Palembang juga tidak akan mempersoalkan lagi kejadian yang menyebabkan luka pada kedua anggotanya.

"Sebagai umat beragama, jika ada orang yang meminta maaf maka kita wajib memaafkan," ujarnya.

Baca: Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Anda Menjual Atau Membeli Rumah Agar Berjalan Sukses

Meski telah dilakukan permintaan maaf oleh kedua pedagang, Hendra mengatakan jika proses tetap ada, melalui surat perjanjian antara kedua pihak.

"Dengan adanya perdamaian ini, maka bisa dikatakan tidak berlanjut. Tapi, ada perdamaian antara kedua belah pihak. Artinya bulan berarti perdamaian ini selesai, karena ada kesepakatan dan dari pihak pedagang juga bersedia untuk bertanggung jawab sampai korban sembuh," ulasnya.

Baca: BREAKING NEWS - Lagi! Lombok dan Sekitarnya Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami  

Hendra menerangkan, harus diketahui dua orang anggota Satpol PP yang mengalami luka serius, yakni satu bernama Hendra harus mendapat 18 jahitan dan satunya bernama Agus yang mendapat 4 luka jahitan akibat luka serius yang dialamai.

"Kedepan saya berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi dan para pedagang agar jangan lagi berdagang di badan jalan dan troatoar karena itu selalu dipantau oleh Satpol PP karena itu sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 43 tahun 2002. Jadi kami berharap pedagang dapat berdagang ditempatnya," tandasnya.

Editor: Siti Olisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help