Berita Lahat

Ratusan Warga Gelar Aksi Damai di Tambang Batubara PT Bara Alam Utama Kabupaten Lahat

Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kamis (6/9) menggelar aksi damai di areal tambang batubara milik PT BAU.

Ratusan Warga Gelar Aksi Damai di Tambang Batubara PT Bara Alam Utama Kabupaten Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ratusan warga saat menggelar aksi di PT BAU Lahat. Warga menduga perusahaan batubara tersebut sudah menyerobot lahan adat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT – Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kamis (6/9) menggelar aksi damai di areal tambang batubara milik PT Bara Alam Utama (BAU).

Aksi tersebut dilatari dugaan penyerobotan lahan adat Himbe Kemalau milik warga tiga Desa yakni Ulak Pandan, Lebak Budi dan Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat.

Dikordinatori Wansyah, ratusan warga masuk areal tambang menggunakan kendaraan roda empat dan langsung menuju ke lahan yang diduga diserobot.

Setelah itu, warga menuju kantor PT BAU untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam orasinya, warga tidak terima atas keputusan sepihak perusahaan yang menyerobot tanah tersebut.

Baca: Tips Membersihkan Sampah WhatsApp Agar Memori Tak Gampang Penuh

"Tanah yang digarap itu merupakan tanah adat milik warga tiga desa. Tapi kini sudah diserobot oleh pihak perusahaan, "tegasnya, dihadapan pihak perusahaan, warga dan aparat yang mengamankan jalannya aksi.

Warga Ulak Pandan sendiri akan kembali melakukan musyawarah desa lantaran belum adanya penyelesaian dari pihak perusahaan.

Warga sendiri memberikan waktu lima hari untuk beraktifitas dilahan yang diserobot tersebut.

"Lima hari ini kita persilahkan untuk menggarapnya. Namun jika dalam waktu lima hari belum ada pergantian kami minta distop. Kami warga desa sendiri akan kembali rapat mengenai hal tersebut, "tegasnya.

Baca: Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah Tembus Rp 15.000, Petani Kopi di Sumsel Diuntungkan

Sementara, Pihak perusahaan PT BAU yang diwakili Once mengungkapkan perusahaan berani menggarap lahan di wilayah Himbe Kemalau lantaran sudah ada kesepakatan dengan warga pada tahun 2015, dengan mengganti Rp 5 miliar untuk warga tiga desa yakni Ulak Pandan, Desa Lebak Budi dan Desa Negeri Agung.

Namun, diakui Once untuk warga Desa Ulak Pandan sendiri belum direalisasikan dengan alasan karena belum ada tim yang menerima dana tersebut.

"Ya memang satu desa belum sebab belum ada tim yang bisa menerima yang pergantian tersebut, "ujarnya.

Sementara, pantauan di lapangan aksi berjalan damai. Setelah melakukan aksi, warga bubar dengan kondusif. Pihak keamanan baik TNI maupun Polri turut memantau jalanya aksi. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved