Berita Palembang

Kenaikkan Dolar Buat Pebisnis Properti Ketar-Ketir. Pengamat Properti : Harus Inovatif & Kreatif

Pelaku binis properti akan langsung merasakan dampak melesatnya nilai tukar Dolar terhadap Rupiah ini.

Kenaikkan Dolar Buat Pebisnis Properti Ketar-Ketir. Pengamat Properti : Harus Inovatif & Kreatif
Dok. SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Pengamat Properti Palembang, Novrizal Handoko 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Melemahnya nilai tukar Rupiah terhada Dolar akan mengoreksi semua harga komoditas di pasaran, termasuk bahan baku properti.

Hal ini membuat pelaku bisnis properti di Palembang cukup ketar-ketir dengan keadaan ini. 

Pelaku binis properti akan langsung merasakan dampak melesatnya nilai tukar Dolar terhadap Rupiah ini.

Baca: Pengendara Diimbau Tetap Waspada Saat Lewat Jembatan Endikat

Kontraktor yang bermain di bangunan vertical dan komersil seperti apartment, mall pusat perbelanjaan dan juga gedung perkantoran akan ikut terkena imbasnya pasalanya sektor ini menggunakan banyak komponen yang dibeli dengan menggunakan Dolar.

Tetapi ada faktor yang sangat berpengaruh dari turunan pelemahan Rupiah ini ke proyek pembangunan perumahan (landed house) yaitu tentang keyakinan (confidence) calon pembeli untuk berinvestasi.

Baca: Batasi Truk Batubara Melintas di Kota Palembang

Yang artinya pelemahan Rupiah ini selalu membawa isu-isu dan yang membawa ketakutan dan kurangnya keyakinan pada calon pembeli.

Novrizal Handoko, Pelaku Bisnis Properti yang juga Pengamat Properti Sumsel mengatakan untuk meningkatkan keyakinan konsumen pelaku properti harus memiliki inovasi dan kreativitas pengembangan.

Baca: Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung MotoGP 2018 Sirkuit Misano Italia, Flashback Sang The Doctor

Pelaku properti juga harus siap menerima bahwa rasio keuntungan sekarang menurun.

"Kita harus kreatif dan meyakinkan masyarakat, saat ini pemikiran yang terbangun menyimpan uang adalah pilihan yang paling aman untuk keadaan sekarang," Jelasnya saat diwawancarai, Kamis (6/9).

Lanjutnya lagi, pelaku properti pastinya akan sangat berharap dengan kebijakan-kebijakan perbankan yang akan membantu menjaga stabilitas usaha sektor properti.

Baca: Jadi Penyanyi Kenamaan, Siti Badriah Lakukan Aksi Norak Ini di Hotel Mewah, Netizen Dibuat Heboh

Akan tetapi yang diluar prediksi pelemahan Rupiah terjadi berkesinambungan hal inilah yang membuat pasar properti akan melemah kembali.

"Diprediksi pasar komersil properti bakal sulit bangkit pasalnya banyak isu-isu ekonomi politik dan pada akhir-akhir tahun masyarakat cenderung melakukan evaluasi keuangan serta banyak menunggu perkembangan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya," ujarnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help