Berita Palembang

Dolar Sempat Tembus Rp 15.000, Bank Indonesia Himbau Spekulan Jangan Borong Dolar

Pelemahan rupiah terhadap dolar (AS) diproyeksi menjadi ladang "emas" bagi spekulan

Dolar Sempat Tembus Rp 15.000, Bank Indonesia Himbau Spekulan Jangan Borong Dolar
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
TUKAR UANG -- Aktivitas penukaran uang asing di Money Changer PT Haji La Tunrung Palembang, Senin (23/04/2018). 

Hal berbeda terjadi di PT Bank Centeral Asia (BCA), Kepala Kanwil BCA, Daniel mengungkapkan jika penjualan dolar sejauh ini tidak ada peningkatan, masih normal. 

Baca: Permudah Nasabah Komunitas Bertransaksi, Bank Maspion Siapkan Community Program

"Pembelian dolar dalam jumlah besar selalu harus ada underlying transaction nya sehingga tidak bisa membeli dolar untuk tujuan spekulasi. Kualitas kredit valas masih baik karena diberikan hanya ke nasabah yang mempunyai pendapatan dalam valas juga," tutupnya.

Terpisah, Kepala BEI Kantor Perwakilan Palembang Hari Mulyono menilai, kondisi nilai tukar rupiah saat ini dari sisi ketahanan masih cukup kuat.

Baca: DPRD Probolinggo Takjub Palembang Bisa Selenggarakan Asian Games.

Sebab cadangan devisa kita masih tinggi, dan PDRB kita masih bisa menopang dampak dari depresiasi Rupiah ini. 

Namun yang perlu menjadi catatan kita bersama, sampaikan kapan kondisi ini bertahan, sebab baik cadangan devisi, PDRB dan defisit negara memiliki batas ketahanan, jika terlalu lama bertahan dan bahkan angkanya terus bergerak naik lama-kelamaan bisa jebol juga.

Baca: Dahlan Dahi Direktur Tribunnews & Najwa Shihab Jadi Narsum di BukaTalks. Minat Hadir, Cek Disini!

“Pengutan dolar bisa sangat berbahaya jika sudah mulai berimbas kepada daya beli dan menurunnya minat investasi baik lokal maupun asing. Sebab jika minat investasi turut akan beimbas pada lapangan kerja, potensi terjadinya PHK masal sangat besar,” jelas Hari.

Untuk kondisi saat ini dengan harga dolar di kisaran Rp15 ribu masih bisa terkendali, namun tentu tidak bisa dibiarkan dan didiamkan saja.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help