Berita Palembang

Dolar Sempat Tembus Rp 15.000, Bank Indonesia Himbau Spekulan Jangan Borong Dolar

Pelemahan rupiah terhadap dolar (AS) diproyeksi menjadi ladang "emas" bagi spekulan

Dolar Sempat Tembus Rp 15.000, Bank Indonesia Himbau Spekulan Jangan Borong Dolar
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
TUKAR UANG -- Aktivitas penukaran uang asing di Money Changer PT Haji La Tunrung Palembang, Senin (23/04/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pelemahan rupiah terhadap dolar (AS) diproyeksi menjadi ladang "emas" bagi spekulan yang memanfaatkan kondisi nilai tukar saat ini. 

Bank Indonesia pun menghimbau agar spekulan jangan memborong dolar dan tak menyesuaikan dengan kebutuhan.

Pasalnya, Hal ini akan justru akan meningkatkan tekanan terhadap rupiah. 

Baca: Buku Impor Tersedia di Gramedia World Palembang Mulai Rp 10.000

"Himbauan ini kita maksudkan agar di tengah pelemahan rupiah seperti ini, spekulan jangan malah membeli dolar untuk tujuan spekulasi karena mau mengambil keuntungan dari pelemahan rupiah," ujar Deputy Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Harri Widodo, Kamis (6/9/2018). 

Lanjut Harri, Bank Indonesia sendiri secara rutin memantau atau memonitoring transaksi valas disetiap pebankan.

Sistem monitoring dilakukan langsung oleh kantor pusat. Dan setiap transaksi wajib dilaporkan oleh setiap perbankan.

Baca: Harga Dolar Capai Rp 15.000, Sriwijaya Air Lakukan Penyesuaian Tarif, Garuda Indonesia Bertahan

"Sistemnya yang digunakan langsung ke pusat dan terhubung dengan sistem monitoring BI, termasuk transaksi valas rupiah di bank juga akan dilaporkan oleh bank yang bertransaksi kepada Bank Indonesia," ungkap Harri.

Sementara itu, dengan adanya pelemahn rupiah terhadap dolar beberapa waktu terakhir membuat transaksi valas mengalami peningkatan khususnya untuk di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Arivai. Dikatakan Kacab BRI Arivai, Bambang yang mengatakan Kenaikan berkisar 20-25 persen sejak dua pekan terakhir.

Baca: Soal Kisruh Anggota Pol PP & Pedagang, Keluarga Pedagang Datangi Kantor Pol PP Akui Salah

"Untuk langkah agar tak dimanfaatkan spekulan, kami membatasi jumlah transaksi valas, hanya diperbolehkan maksimal USD 25.000 perbulan" ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help