Benarkah Program Keluarga Berencana bisa Bikin Gemuk?

Banyak wanita, terutama di wilayah pedesaan menghindari program perencanaan keluarga atau KB. Salah satu alasannya adalah adanya asumsi

Benarkah Program Keluarga Berencana bisa Bikin Gemuk?
http://uptkbkertek.blogspot.com/
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM - Banyak wanita, terutama di wilayah pedesaan menghindari program perencanaan keluarga atau Keluarga Berencana (KB). Salah satu alasannya adalah adanya asumsi bahwa melaksanakan KB dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

Berita Lainnya:
Tekan Angka Kelahiran di 16 Kecamatan Kota Palembang Melalui Kampung KB

Namun, benarkah asumsi tersebut?

Asri Dewi Wahyuningtyas, seorang bidan dari desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang mengatakan bawa anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Menurut Asri, penggunaan alat perencanaan keluarga, bukan faktor utama yang dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

“Sebenarnya kita tetap bisa mengontrol berat badan walaupun ikut KB. Karena yang bikin gemuk ya makan," ungkap Asri kepada Kompas.com pada Rabu (05/09/2018), di Malang.

"Jadi intinya memang ada efeknya ke sana. Tapi kalau kita bisa mengontrol minat kita untuk makan, terutama jajan,” sambungnya.

Namun demikian, dia tidak menangkis anggapan bahwa KB dapat meningkatkan nafsu makan.

Asri menggarisbawahi, KB yang dapat meningkatkan nafsu makan ialah jenis hormonal, di mana ini dapat meningkatkan nafsu makan.

“Sekarang kalau enggak pakai KB tapi pola makannya seperti itu (banyak) ya tetap gemuk," kata Asri.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved