Berita OKU

Abu Nawas: Handphone Saya 24 Jam Aktif

"Saya berharap terjalin kemitraan yang baik antara kejari Baturaja dan wartawan," ujar Abu Nawas

Abu Nawas: Handphone Saya 24 Jam Aktif
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU, Abu Nawas SH 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Abu Nawas SH berkomitmen akan menjalin kemitraan dengan wartawan yang melakukan tugas jurnalistik di Kabupaten OKU.

Hal itu dikatakan Abu Nawas saat bersilaturahmi dengan sejumlah awak media yang melakukan tugas jurnalistik di Kabupaten OKU, Kamis (6/9/2018).

Abu Nawas didampingi Kasi Pidsus Roy Sembiring SH, Kasi Pidum M Taufiq Akbar SH dan Kasi Barang Bukti Erliyansah SH.

Baca: Tubuh Bocah 5 Tahun di OKUS Ini Bersisik. Orang Tua Curiga Gara-gara Bunuh Ular Saat Hamil

Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan yang dilakukan di ruang Kasi Intel itu, Abu Nawas SH mengatakan, sebagai pejabat baru yang baru 21 hari bertugas di Kabupaten OKU dia ingin menyapa semua warga OKU melalui media.

Sebab kata mantan Kasi Intel Muaraenim ini, pihaknya menilai di era yang serba digital ini informasi sangat cepat tersabar luas.

Untuk itu pihaknya berharap terjalin kemitraan yang baik antara kejaksaan dan wartawan.

Baca: Mendadak Billy Syahputra Bongkar Pribadi Hilda Vitria Dibalik TV hingga Singgung Soal Mas Mas Alay

“Saya berharap terjalin kemitraan yang baik antara kejari Baturaja dan wartawan, handphone saya 24 jam aktif,” kata Abu Nawas seraya menambahkan pihaknya berharap isu-isu yang akan dinaikan menjadi sebuah berita agar terlebih dahulu dikonfirmasikan.

Pria kelahiran Juli 1975 ini menilai penting meningkatkan sinergi dengan wartawan.

Media dengan salah satu fungsinya menyampaikan informasi sesuai fakta.

Maka banyak informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat melalui publikasi media.

Baca: Jelang Piala AFF 2018, Ini Jadwal Pertandingan Uji Coba Indonesia vs Mauritius

Salah satunya TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) dibentuk untuk meminimalisir korupsi dan penyelewengan uang negara.

Sedangkan tujuan dibentuknya TP4D ini meliputi untuk mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan/preventif dengan cara-cara berupa memberikan penerangan hukum di lingkungan instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan pihak lain terkait materi pengawasan pelaksanaan pekerjaan, perizinan, pengadaan barang dan jasa.

Baca: Ekonom Amerika Kritik Jokowi Soal Rupiah, Fadli Zon Setuju dan Sindir Perhelatan IMF di Bali

Tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara.

Kemudian melakukan diskusi atau pembahasan bersama instansi pemerintah, BUMN, BUMD, untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam penyerapan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved