Tujuan Manusia Hanya Mengabdi Pada Allah SWT

Allah menjadikan manusia sebagai mahluk yang baik bentuknya dan sempurna fisiknya

Tujuan Manusia Hanya Mengabdi Pada Allah SWT
ist
Drs. HM.Daud Rusjdi AW

Tujuan Manusia Hanya Mengabdi Pada Allah SWT
Oleh : Drs. HM.Daud Rusjdi AW
Da'i Bit Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodr 5 Ulu
Allah menjadikan manusia sebagai mahluk yang baik bentuknya dan sempurna fisiknya sebagaimana telah difirmankan Allah dalam Al Quan Surat At Tin Ayat 4-6 "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya."

Apakah tujuannya manusia diciptakan oleh ALLAH SWT, maka Allah juga berfirman "dan tidak Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepada Ku."

Di sini jelas bahwa fungsi kita hidup ini agar supaya beribadah kepada ALLAH SWT semata. Untuk memenuhi dan menjalankan syariatNya yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW.

Menjauhi laranganNya dengan penuh keinsyafan dan ketaatan, penuh iman dan percaya kepada Rasulullah, kitab-kitabnya, kepada para malaikatNya penuh percaya pada terjadinya hari kiamat nanti, percaya bahwa qodo dan qodar, kepastian baik dan buruk itu semata-mata dari Allah SWT.

Tetapi berapa banyak umat manusia yang telah menyalahgunakan, menggerakkan anggota badannya, yang menyimpang seperti panca indranya diberi mata hanyalah dibuat untuk melihat perkara maksiat dan munkarat saja, diberi telinga cuma mendengarkan bisikan-bisikan syaitoniyah belaka, sehingga meracuni jiwanya.

Diberi lisan tanpa pernah digunakan untuk membaca Al Quran, tidak pernah dimanfaatkan untuk bicara yang baik menurut ajaran agama, tetapi lisannya dilepaskan begitu saja dalam masalah-masalah maksiat.

Tangan cuma dibuat untuk mengerjakan sesuatu yang melanggar hukum syariat, pokoknya mendapat hasil yang banyak walaupun itu merupakan hasil riba' dan haram.

Diberi kaki, ia segan dan berat apabila mau menuju ke masjid, ke tempat peribadatan, ke tempat pengajian, ceramah agama dan berjuang di jalan Allah.

Namun giat dan semangat diginakan apabila melangkahkan kakinya untuk menuju panggilan syaitoniyah yang nantinya akan menggiring mereka ke jurang neraka.

Sedangkan adanya rasio atau otak, mereka tidak pernah dibuat berfikir menuju kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Namun sebaliknya mereka pergunakan untuk berfikir agar supaya taktik kotornya atas perbuatannya tadi tidak diketahui orang, walaupun orang lain telah mengetahui dengan fakta yang konkrit.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved