Berita Muaraenim

MUI dan Dinkes Sumsel Sosialisasi Imunisasi MR di Kabupaten Muaraenim

Namun dalam kondisi keterpaksaan dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci hukumnya Mubah.

MUI dan Dinkes Sumsel Sosialisasi Imunisasi MR di Kabupaten Muaraenim
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak MUI Sumsel dan Dinkes Sumsel melaksanakan sosialisasi tentang imunisasi MR di Muaraenim, Rabu (5/9) 

"Kami harap ini disosialisasikan bahwa imunisasi MR dibolehkan," ujarnya.

Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi didampingi Kadinkes Sumsel Dra Hj Lesty Nurainy Apt, MKes, mengatakan bahwa penyakit Rubella sangat berpengaruh terhadap ibu yang hamil karena bisa membuat bayinya cacat seperti buta, gangguan otak, tuli dan lain-lain.

Untuk itu marilah kita cegah bersama-sama dengan imunisasi minimal 95 persen sehingga bisa menyeluruh. Untuk di Kabupaten Muaraenim, ditargetkan 175 ribu anak, namun saat ini baru sekitar 30 persen yang sudah diimunisasi, sedangkan program ini tinggal sekitar sebulan lagi.

"Virus ini, tidak ada obatnya, hanya bisa melakukan pencegahan yakni vaksin. Dinkes bersama MUI Muaraenim untuk gencar mensosialisasikannya supaya masyarakat paham," ujar Hasanudin.

Ditambahkan Lesty, kepada masyarakat  sebelum menikah untuk memeriksakan dahulu kesehatannya sebelum hamil apakah ada penyakit Rubella dan Tokshow sehingga tidak menimbulkan kecacatan.

Jika ditemukan, maka lebih baik kehamilan ditunda dahulu dan diobati sampai benar-benar sembuh. Setelah sembuh barulah melakukan program hamil sehingga anaknya benar-benar sehat.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help