Kemerdekaan

17 Agustus: Tahun 45 dan Tahun 18, Pancasila Obat Masalah Bangsa

Tahun 1945 adalah simbol perjuangan dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari status "terjajah", selama beratus-ratus tahun lamanya, menjadi "merdeka".

17 Agustus: Tahun 45 dan Tahun 18, Pancasila Obat Masalah Bangsa
ist
Ahmad Usmarwi Kaffah. SH. LLM (GL) LLM (EL). 

17 Agustus: Tahun 45 dan Tahun 18, Pancasila Obat Masalah Bangsa\

Oleh : Ahmad Usmarwi Kaffah. SH. LLM (GL) LLM (EL).

Paralegal Lawyer di London dan Ketua Departemen pengabdian masyarakat Masika ICMI Republik Indonesia.

Tahun 45 adalah simbol perjuangan para pejuang dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari status "terjajah", beratus-ratus tahun lamanya, menjadi berstatus "merdeka" dalam konteks negara yang ber daulat.

Tanggal 17 Agustus kemudian menjadi simbol hari dalam mengenang perjuangan mereka yang sarat dengan pengorbanan jiwa dan raga.

Dalam perjalanan waktu angka 17 tersebut tetap menjadi angka keramat yang dirayakan bangsa Indonesia untuk memperingati kemerdekaan kita.

Termasuk peringatan kemerdekaan di tahun ini, tahun 2018. Namun ada perbedaan yang fundamental dari angka 45 dan 18 tersebut. Secara kultural, tahun 45 identik dengan perjuangan melawan penjajah.

Angkat senjata merupakan objek historis pejuang dalam mengusir penjajah.

Saat itu masa depan sebagai negara yang berdaulat adalah hal utama yang diperjuangkan demi menjamin masa depan yang jauh lebih baik untuk generasi yang belum lahir (unborn generation) sehingga mereka dapat menjadi tuan rumah di tanah air sendiri.

Dalam berjuang, tidak ada perbedaan antara Jawa dan non-Jawa, juga tidak ada beda antara yang berkulit hitam dan putih, tidak ada Islam ataupun non-Islam, tidak ada pribumi dan non-pribumi, tidak ada kaya tidak ada miskin, tidak ada bangsawan dan rakyat jelata; yang ada dan harus ada hanyalah "Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help