Berita Muaraenim

PT Bukit Asam Tbk Laksanakan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Tahap I

Sebagai bentuk komitmen perusahaan sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

PT Bukit Asam Tbk Laksanakan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Tahap I
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Sebagai bentuk komitmen perusahaan sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahap I, Selasa (4/9/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Sebagai bentuk komitmen perusahaan sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahap I, Selasa (4/9/2018).

Menurut Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suryo Eko Hadianto didampingi Sekper PTBA Suherman, saat ini, pihaknya telah berhasil merehabilitasi DAS Tahap I seluas 453 hektar dan menyerahkan penyelesaian pekerjaan penanaman rehabilitasi DAS Tahap I kepada Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL).

DAS yang telah selesai direhabilitasi PTBA memiliki total luas secara keseluruhan sebesar 453 hektar yang mencakup Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah Desa Pengentaan, Mulak Ulu, Kabupaten Lahat seluas 100 hektar, Bukit Jambul Asahan Desa Kota Padang, Kabupaten Muaraenim dan Desa Gunung Agung, Semende Darat Tengah (SDT) Kabuapten Muaraenim seluas 260 hektar, serta fasilitas umum seluas 93 hektar.

Dikatakan Suryo Eko, berdasarkan berita acara hasil penilaian keberhasilan penanaman oleh tim terpadu yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 9 Agustus 2018, penanaman rehabilitasi DAS PTBA tahap I seluas 453 hektar dinyatakan BERHASIL dengan standar keberhasilan mengacu pada (P.87/2016) dengan minimal 700 Batang/Ha pada Hutan Lindung dan 400 Batang/Ha pada Fasilitas Umum.

Rehabilitasi DAS yang dilakukan oleh PTBA ini sesuai dengan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No P.63/Menhut-II/2011.

Baca: Lusa Bus Kota yang Punya Izin Trayek Boleh Operasional. Berikut Syarat Pengajuan Izin Trayek Baru

Baca: Mengungkap Hasil Visum Keganasan & Sadisnya Luka-luka Jenderal dari Korban G 30S PKI

Pada peraturan tersebut dijelaskan bahwa pemegang IPPKH untuk penggunaan komersial dan ekonomi dikenakan ketentuan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS dengan rasio 1:1, ditambah dengan luas rencana areal terganggu dalam kategori L3.

Rehabilitasi DAS Tahap I yang mencakup hutan lindung seluas 360 hektar ini dilakukan penanaman pohon oleh kelompok tani yang berada di lokasi Penanaman Rehabilitasi DAS. Sedangkan rehabilitasi DAS pada Fasilitas Umum seluas 93 hektar merupakan lahan TNI AD Rindam II Sriwijaya melalui sistem kerja sama.

Luas tahap I sebesar 453 hektar ini, Lanjut Suryo Eko, sesuai dengan Rancangan Teknis (RANTEK) selama tiga tahun yang dimulai dari penanaman, perawatan tanaman meliputi penyulaman, pemupukan dan pengendalian gulma, serta monitoring keberhasilan penanaman hingga dinyatakan berhasil dengan baik.

Dengan diserahkannya penyelesaian pekerjaan penanaman rehabilitasi DAS Tahap I dari PTBA ke Dirjen PDASHL, menjadikan PTBA sebagai perusahaan pertama di Sumatera Selatan yang telah menyerahkan penyelesaian rehabilitasi DAS.

Rehabilitasi DAS menjadi bentuk nyata komitmen PTBA sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui kepatuhan Perseroan terhadap kewajibannya sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang telah berhasil melaksanakan kegiatan penanaman rehabilitasi DAS tahap I seluas 453 hektar, pungkas Suryo Eko.(*)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help