Tanpa Anda Sadari, 5 Peralatan Sekolah ini Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Anak Lho!
penelitian terbaru yang diterbitkan oleh U.S Public Interest Research Group menunjukkan bahaya dari peralatan sekolah.
SRIPOKU.COM -- Moms tentu ingin memastikan peralatan sekolah yang Si Kecil pakai higienis dan tidak kotor.
Karena alasan ini, mungkin Moms yang mengepak tas sekolah Si Kecil dengan beberapa peralatan sekolah.
Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan oleh U.S Public Interest Research Group menunjukkan bahaya dari peralatan sekolah.
"Bahan kimia yang berpotensi berbahaya termasuk phthalates, asbestos, benzene, dan timbal semuanya ditemukan telah terkandung dalam banyak produk yang kami berikan kepada anak-anak kami di sekolah," kata Morgan Statt, penyelidik kesehatan dan keselamatan dengan consumersafety.org.
Baca: Ini Dia Ponsel Saingan Xiaomi Redmi 5A, Harga Dibawah Rp 1 Juta, Dengan Kualitas Layar Lebih Tinggi
"Paparan jangka panjang terhadap benda ini dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk kanker, masalah perkembangan, dan neurotoksisitas."
"Efek jangka pendek, terutama untuk menelan atau menghirup timah, termasuk sakit kepala, kram perut, dan nyeri otot," jelasnya.
Berikut ini beberapa peralatan sekolah yang bisa berbahaya bagi Si Kecil.
1. Kertas dan buku catatan

Marilee Nelson, salah satu pendiri Branch Basics and Dietary and Environmental Consultant and Materials Specialist merekomendasikan hindari produk kertas yang diputihkan dengan klorin jika memungkinkan.
"Ini adalah masalah lingkungan, karena pabrik kertas menciptakan triliun galon air limbah, mencemari udara, air, dan lingkungan yang lebih besar," katanya.
"Pilih produk kertas daur ulang bebas klorin, diproses dengan kandungan isi limbah daur ulang pasca-konsumen yang tinggi, jika memungkinkan," katanya.
2. Krayon

"AS PIRG baru-baru ini merilis temuan beberapa merek krayon tertentu mengandung asbestos, mineral berserat yang paparannya bisa sebabkan kanker paru-paru," kata Morgan.
"Meskipun asbes diperbolehkan secara hukum untuk pembuatan krayon, para ahli dan pejabat pemerintah mengatakan tidak perlu mengekspos anak-anak pada racun."
Morgan menyarankan Moms memeriksa label yang menunjukkan bahwa produk tersebut tidak beracun.