Inspirasi

Cerita Hanna Yulianingsih Sang Mantan TKW, Sakit Lumpuh Tak Menghalanginya Berkreasi

Bunga plastik berwarna warni tampak indah di berbagai sudut ruangan rumah sederhana yang terbuat dari batako dan batu putih dan kayu-kayu,

Cerita Hanna Yulianingsih Sang Mantan TKW, Sakit Lumpuh Tak Menghalanginya Berkreasi
https://regional.kompas.com/
Hanna Yulianingsih (29) sedang membuat kerajinan di rumahnya di Dusun Gedoro, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Kamis (30/8/2018). (KOMPAS.com/MARKUS YUWONO) 

SRIPOKU.COM , YOGYAKARTA - Bunga plastik berwarna warni tampak indah di berbagai sudut ruangan rumah sederhana yang terbuat dari batako dan batu putih dan kayu-kayu, serta berlantai tanah di Dusun Gedoro, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta.

Berita Lainnya:
6 Bisnis ini Konyol, Tapi Menguntungkan

Itulah rumah milik Hanna Yulianingsih (29) penyandang disabilitas yang terus berupaya bekerja meski dengan segala keterbatasan.

Setiap hari walau menggunakan kursi roda, Hanna tetap melakukan berbagai aktivitas. Saat ini kedua kaki dan tangan kirinya pada bagian jari tidak dapat sempurna digerakkan.

Anak keempat dari enam bersaudara, pasangan pasangan Sudiyem dan Suwardiyono, mengalami lumpuh sejak 2016 lalu.

"Sebelumnya menjadi Tenaga Kerja Wanita ( TKW) di Taiwan selama lima tahun, menjadi pengasuh lansia, saat itu tanggal 2 Januari 2016 dini hari tiba-tiba disekitaran pundak terasa nyeri sekali, dan diikuti dengan mati rasa di 3/4 tubuh,"katanya ditemui di rumahnya Kamis (30/8/2018) pagi.

Dia pun dibawa ke rumah sakit oleh majikannya. Lalu dirawat sementara di Taiwan hingga sekitar dua bulan, menunggu kondisinya lebih membaik.

Hasil pemeriksaan dokter Hanan ternyata mengalami pecah pembuluh darah. Saat kondisinya membaik Hanna mulai diantar oleh keluarga majikannya untuk terbang ke Jakarta, dimana keluarga Hanna sudah menyambutnya.

"Sebelum diperbolehkan pulang ke Indonesia, saat itu dokterpun mempertanyakan apakah saya akan kuat jika harus naik pesawat dengan kondisi seperti ini," ucapnya

Selepas di rumah, dirinya mengaku sempat tak bersemangat. Berbagai cara pengobatan telah dicoba mulai dari dokter spesialis hingga pengobatan alternatif, tetapi masih saja tak kunjung ada perubahan.

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Bejoroy
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help