Berita Lahat

Tak Sesuai dengan Draf Pembangunan, Proyek Miliaran di Talang Jawa Selatan Lahat Diprotes Warga

Proyek pembangunan dan rehab drainase perumahan di Sepanjang aliran sungai Ayek Apul, tepatnya di Kelurahan Talang Jawa Selatan (TJS)

Tak Sesuai dengan Draf Pembangunan, Proyek Miliaran di Talang Jawa Selatan Lahat Diprotes Warga
KOLASE SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Warga Talang Jawa Selatan Lahat, memperlihatkan kepada awak media Pembangunan dan rehab drainase yang dituding tidk sesuai speck perencanaan pembangunan. 

Laporan Wartawan Sripoku. Com, Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT-- Proyek pembangunan dan rehab drainase perumahan di Sepanjang aliran sungai Ayek Apul, tepatnya di Kelurahan Talang Jawa Selatan (TJS) Kecamatan Lahat di soal warga.

Pasalnya, proyek milik Pemprov Sumsel dari aspirasi anggota DPRD Sumsel, Dapil Lahat, Pagaralam dan Empatlawang yang menelan dana Rp1.845.770.000 tersebut tidak sesuai dengan draf pembangunan yang ada.

Bagi warga yang protes, selain akan merugikan negara pembangunan tersebut tidak bermnfaat bahkan bisa mengancam warga karena terjadi penyempitan drainase.

Puluhan Ketua RT dan RW yang berada di wilayah Kelurahan TJS bertanda tangan menolak pembangunan tersebut.

Hal tersebut seperti diungkapkan Amir Hamzah, warga Talang Jawa Selatan, Lahat. Dikatakanya, awalnya warga sangat senang dengan adanya rencana pembangunan tersebut. Namun setelah pembangunan dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan masyakat terlebih tidak sesuai dengan gambar pembangunan yang direncanakan.

Diterangkan Amir, bangunan sepanjang 1400 meter tersebut dinding plat beton yang diketahui warga 175 cm di lapangan hanya berkedalaman 100 cm. Begitu juga besi yang dipasang seharusnya 2 x 12 cm faktanya hanya 1 x 12 cm. Pengerukan drainase seharusnya dilakukan 80 cm baru digali 75 cm tuk tanam plat beton.

"Bukan rahasia lagi kalau wilayah kami ini rawan dan langganan banjir. Drainase itu dibangun supaya banjir bisa diminimalisir. Tapi dengan bangunan yang ada banjir akan semakin parah. Kami hanya minta pemborong kerjakan proyek ini sesuai perencanaan, "tegasnya, Amir Hamzah, saat bersama warga lain di lokasi proyek, Rabu (29/8).

Baca: Update Baru Klasemen Perolehan Medali Sementara Asian Games 2018, Emas Indonesia Bertambah jadi 27

Baca: CCTV Rekam Detik-detik Mobil Tabrak Pembatas Pedestrian Jembatan Ampera

Senada Ketua RW 03, Kelurahan TJS Lahat, Husaini, SE menegaskan sudah sejak awal pembangunan warga menyoal pembangunan tersebut. Bahkan puluhan ketua RT/RW di TJS menolak. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan tersebut tidak menjadi solusi bagi warga khususnya dalam mengatasi banjir.

Bahkan, terjadi penyempitan drainase. "Bisa lihat sendiri terjadi penyempitan. Belum lagi bangunanya terkesan asal. Kami warga sini senang ada bangunan ini. Kami tidak berharap apa apa, karena selama ini kmi selalu terendam banjir saat musim hujan karena drainase tak mampu menampung air yang ada. Kami cuman minta oemborong megerjakan sesuai perencanaan, "tagasnya.

Halaman
12
Penulis: Ehdi Amin
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help