Berita Lahat

Kemenkes Ambil Alih Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Lahat

Nama Akper Pemkab Lahat, sendiri akan berubah nama menjadi Poltekes Kemenkes Palembang Prodi Keperawatan Lahat.

Kemenkes Ambil Alih Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Lahat di Kelurahan Pagar Agung Lahat akan diambil alih Kemenkes RI. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) akan mengambil alih pengelolaan Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Lahat.

Selain itu, nama Akper sendiri akan diubah menjadi Poltekes Kemenkes Palembang Prodi Keperawatan Lahat.

Hal tersebut dikatakan Direktur Akper Pemkab Lahat, Eka Haryanti SPd MKes.

Baca: Akhirnya Via Vallen Blak-blakan, Ungkap Fakta Suami dan Anak, Ini Sindirannya Untuk Artis Sensasi

Baca: Niat Puasa Senin-Kamis, Keutamaan serta Manfaatnya Bagi Wanita Sungguh Dahsyat Ini Buktinya

Eka Haryanti mengatakan, dari 70 sekolah kesehatan seluruh Indonesia yang dikelola pemerintah daerah, 17 di antaranya akan dikelola Kemenkes RI dan salah satunya Akper Pemkab Lahat.

"Anggaran 2019 sudah dianggarkan. Sudah dipastikan tahun 2019 akan dikelola Kemenkes. Tinggal menunggu SK Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” ungkap Eka Haryanti kepada Sripoku.com, Rabu (29/8/2018).

Baca: BREAKING NEWS: Cekcok Mulut Berujung Maut. Pria di Muaraenim Ini Bacok Istri dan Putrinya

Lebih lanjut Eka Haryanti menuturkan, nama Akper Pemkab Lahat, sendiri akan berubah nama menjadi Poltekes Kemenkes Palembang Prodi Keperawatan Lahat.

Jika sudah diambil alih Kemenkes, seluruh sarana prasarana, pendanaan akan ditanggung Kemenkes RI.

“Termasuk juga para pegawai yang PNS akan diambil Kemenkes,” ujarnya.

Baca: Jokowi Itu. . . . Keren & Gaul #2019 Tetap Jokowi

Ditambahkan Eka, Akper yang berdiri tahun 1992 dengan nama Sekolah Kesehatan Perawat selevel dengan SMA dan dikonversi pada 2002 ini, apabila diambil alih oleh Kemenkes.

Akan mengalami banyak kemejuan, baik dari sarana prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

"Seperti kurangnya gedung atau laboraturium bisa ajukan pengajuan, untuk para tenaga pengajar ada dana beasiswa untuk melanjutkan pendidikan," ujarnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved